Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis diguncang operasi pengamanan besar-besaran berskala penuh pada Sabtu, 19 September 2026. Melibatkan kekuatan penuh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Dumai, Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis, dan unsur TNI Bengkalis, lapas ini dikepung dan digeledah dari hulu ke hilir demi memastikan sterilisasi total dari ancaman narkotika serta barang-barang selundupan berbahaya.
Aksi sapu bersih yang berlangsung hingga larut malam ini membuahkan hasil mengejutkan: benteng pertahanan Lapas Bengkalis terhadap narkoba terbukti kokoh dengan hasil tes urin 100% negatif, disusul tindakan tegas pemusnahan massal barang bukti hasil razia kamar hunian di depan publik.
Drama pengamanan dimulai sejak pagi hari. Tim BNN Dumai mendadak masuk dan langsung melakukan pengujian urin secara acak namun menyeluruh, menyasar para pejabat struktural, staf pegawai, hingga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Suasana sempat tegang saat satu per satu sampel dikumpulkan di bawah pengawasan ketat. Namun, ketegangan itu mencair setelah hasil laboratorium keluar. Perwakilan BNN Dumai, Miardi, mengonfirmasi bahwa seluruh sampel dinyatakan negatif.
“Hasil tes urin yang seluruhnya negatif ini menjadi bukti otentik bahwa Lapas Kelas IIA Bengkalis telah berhasil menjaga pertahanan lingkungan yang bersih dari narkoba. Ini capaian luar biasa yang lahir dari pengawasan ketat dan kesadaran tinggi seluruh elemen di dalam,” tegas Miardi memberikan apresiasi tinggi, seraya mengingatkan agar jajaran Lapas jangan sampai lengah terhadap potensi modus baru penyelundupan.
Gebrakan belum selesai. Memasuki malam hari tepat pukul 19.00 WIB, suasana Lapas Kelas IIA Bengkalis kembali memanas. Operasi gabungan skala besar jilid dua diluncurkan. Sebanyak 15 personel bersenjata dari Polres Bengkalis dan 10 prajurit TNI Bengkalis bergerak senyap mengepung blok-blok hunian.
Penggeledahan berjalan sangat ketat, teliti, dan objektif. Petugas menyisir setiap sudut ruangan, ventilasi, hingga ruang-ruang sempit di dalam kamar hunian. Selama 3,5 jam penuh hingga pukul 22.30 WIB, petugas gabungan berhasil mengamankan sejumlah benda tajam dan barang dilarang yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
Tidak pakai lama, seluruh barang temuan berbahaya tersebut langsung diseret ke Lapangan Lapas Kelas IIA Bengkalis dan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar malam itu juga. Langkah ini menjadi shock therapy sekaligus bukti nyata bahwa hukum ditegakkan tanpa kompromi.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyatakan kepuasan sekaligus menegaskan bahwa operasi ini adalah pesan peringatan keras bagi siapapun yang berniat mengacaukan ketertiban lapas.
“Hasil tes urin negatif adalah kebanggaan, namun razia malam ini adalah bukti kami tidak akan memberi ruang sekecil apa pun bagi barang berbahaya beredar di sini. Pemusnahan langsung di lapangan malam ini adalah peringatan tegas: patuhi aturan atau kami tindak tanpa ampun! Terima kasih atas sinergitas luar biasa dari BNN, Polres, dan TNI,” ujar Priyo Tri Laksono dengan nada tinggi dan penuh penekanan.
Sikap tegas ini didukung penuh oleh aparat penegak hukum yang ikut dalam operasi. Perwakilan Polres Bengkalis, Ipda Roni Irawan, memastikan operasi serupa akan digelar secara acak tanpa pemberitahuan. “Razia seperti ini akan terus kami lakukan secara rutin dan mendadak. Semua barang terlarang yang kami temukan akan langsung kami musnahkan agar tidak dapat disalahgunakan,” cetusnya.
Senada dengan Kepolisian, Perwakilan TNI Bengkalis, Serka Mardianto Saputra, menutup dengan jaminan keamanan total. “Kehadiran TNI di sini memastikan tidak ada celah keamanan yang bisa ditembus. Tindakan pemusnahan malam ini adalah bukti nyata keseriusan tiga matra dalam menjaga kondusifitas wilayah Bengkalis secara menyeluruh,” pungkasnya.
Sinergitas berlapis antara Lapas Bengkalis, BNN, Kepolisian, dan TNI ini menjadi standar baru penegakan hukum di Riau, memastikan bahwa di balik jeruji besi, hukum tetap tegak, bersih, dan berwibawa.(FN)






