Investasi Akhirat Tertunda! Duo Bapak-Bapak di Mandau Kompak Bisnis Sabu Bawah Karpet, Berakhir Pindah Alamat ke Hotel Prodeo Subuh-Subuh

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Ketika bapak-bapak usia 48 tahun lain sedang sibuk memikirkan asam urat atau cara memenangkan lomba burung berkicau, duo pria di Kecamatan Mandau ini malah kompak menjalin kemitraan di jalur UMKM Haram. Tim Opsnal Polsek Mandau sukses membubarkan kongsi bisnis haram ini pada Senin (14/9/2026) dini hari, saat hawa kasur sedang di puncak kenikmatannya.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa operasi subuh ini berawal dari warga Kelurahan Air Jamban yang tampaknya sudah lelah menjadi tetangga dari sarang ilusi. Begitu mendapat bisikan info, intel polisi langsung gas pol tanpa rem ke lokasi.

Aksi penggerebekan dimulai pukul 02.30 WIB di Jalan Kayangan Gang Pari. Tersangka pertama berinisial RI (48) sukses diamankan. RI tampaknya mencoba menerapkan ilmu menyamar tingkat rendah.

Saat rumahnya digeledah, petugas menemukan 8 paket sabu yang sedang rebahan dengan pasrah. Rinciannya: 1 paket ukuran porsi mukbang (besar), 4 paket porsi normal (sedang), dan 3 paket porsi saset (kecil).

Kocaknya, barang haram ini disembunyikan di bawah karpet dan sebagian lagi dibungkus pakai tisu putih. Sebuah inovasi kamuflase yang sangat tidak estetik dan tentu saja, langsung terendus oleh hidung tajam Tim Opsnal. Tisu yang harusnya buat mengelap keringat, malah berakhir jadi barang bukti kejahatan.

Ogah mencicipi dinginnya ubin penjara sendirian, RI langsung menerapkan prinsip “berbagi itu indah”. Tanpa babibu, ia bernyanyi dengan nada tinggi dan menyebut nama sobat kentalnya, D (48), sebagai dalang atau supplier barang tersebut.

Petugas yang tidak mau kehilangan momentum langsung pindah lapak ke Jalan Kayangan Gang Lembah Sari. Tersangka D yang mungkin sedang bermimpi menjadi crazy rich Mandau, langsung tersedak saat dibangunkan oleh ketukan estetik dari personel Opsnal Polsek Mandau. D pun pasrah menyusul RI ke dunia nyata yang penuh jeruji besi.

Dari festival penggeledahan duo dinamis yang menolak tua ini, polisi mengamankan barang bukti berupa:

* 8 paket sabu pembawa petaka.

* 2 dompet imut warna biru dan cokelat (yang isinya bukan kartu member minimarket).

* Uang tunai Rp730.000 (uang hasil keringat dingin).

* 2 unit HP (yang dipastikan isinya bukan grup WhatsApp alumni).

* 1 helai tisu putih yang gagal menyelamatkan karier mereka.

Kini, kedua bapak-bapak ini terpaksa membatalkan agenda ngopi pagi mereka karena harus menjalani fit and proper test lanjutan di Polsek Mandau.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian, menegaskan bahwa penangkapan ini adalah komitmen nyata pihaknya dalam mendukung Program P4GN. Beliau juga mengingatkan warga agar tidak ragu menjadi informan teladan lewat Call Center 110.

“Masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan informasi kepada kepolisian,” tegas AKBP Fahrian.

Pesan moral hari ini: Jika usia sudah mendekati kepala lima, perbanyaklah investasi akhirat atau minimal jualan boba, jangan malah investasi sabu di bawah karpet pakai bungkus tisu.(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *