Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menorehkan langkah progresif dalam memperkuat sistem pembinaan humanis. Tepat pada Sabtu (5 September 2026), Lapas Bengkalis resmi menabuh genderang dimulainya Turnamen Olahraga Kalapas Cup Vol. II. Mengambil tempat di Lapangan Serbaguna Lapas Kelas IIA Bengkalis, upacara pembukaan berlangsung khidmat, meriah, dan sarat akan semangat kebersamaan.
Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, serta dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat struktural, staf pegawai, dan ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang siap berlaga membela blok hunian masing-masing.
Kalapas Cup Vol. II bukan sekadar ajang unjuk kebolehan fisik atau kompetisi biasa. Agenda tahunan ini dirancang sebagai pilar pembinaan kepribadian yang strategis. Melalui kolaborasi dalam tim, turnamen ini bertujuan melebur sekat psikologis, membangun hubungan yang harmonis, serta mempererat sinergi antara petugas lapas dan warga binaan.
Dalam amanatnya saat membuka acara, Kalapas Bengkalis Priyo Tri Laksono menekankan bahwa esensi utama dari kompetisi ini adalah penggalian nilai-nilai luhur terintegrasi.
“Melalui Kalapas Cup Vol. II, kita tidak sedang mencari siapa yang paling kuat, melainkan memperkokoh semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan sportivitas di antara seluruh keluarga besar Lapas Bengkalis. Jadikan setiap pertandingan sebagai wadah menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi fair play serta rasa saling menghormati,” tegas Priyo di hadapan seluruh peserta.
Antusiasme yang tinggi terlihat dari kesiapan teknis panitia dan partisipasi peserta. Ketua Pelaksana yang juga menjabat sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Medy Albar Suhartanto, merincikan bahwa edisi kedua ini memfokuskan kompetisi pada dua cabang olahraga populer, yaitu futsal dan tenis meja.
Turnamen Futsal: Diikuti oleh 12 tim tangguh yang merupakan kombinasi dari perwakilan divisi pegawai dan tim-tim perwakilan dari setiap blok hunian warga binaan.
Turnamen Tenis Meja: Menghadirkan persaingan sengit kategori tunggal dan ganda, yang mempertemukan bakat-bakat terpendam dari kalangan petugas maupun warga binaan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana pembinaan yang positif. Lewat kompetisi yang sehat, jujur, dan sportif, kita bisa membangun komunikasi yang lebih cair dan humanis di lingkungan kerja maupun area hunian,” ujar Medy Albar.
Secara psikologis, aktivitas olahraga kompetitif di dalam lembaga pemasyarakatan terbukti efektif mengurangi tingkat stres dan kejenuhan para warga binaan yang sedang menjalani masa pidana. Energi positif yang disalurkan melalui turnamen ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, menciptakan suasana lapas yang kondusif, dan membangun mentalitas yang siap kembali ke tengah masyarakat.
Upacara pembukaan ditutup dengan tendangan bola pertama (kick-off) secara simbolis oleh Kalapas Priyo Tri Laksono di tengah lapangan futsal, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dan yel-yel penyemangat dari para suporter blok hunian. Dengan bergulirnya turnamen ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menyatukan.(FN)




