Rakyatmerdekanews.co.id, Pekanbaru Riau – Tim Kick Boxing Kabupaten Bengkalis sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang bergengsi SKA Sportshow 3 yang digelar pada Minggu (23/8/2026). Dari total lima atlet tangguh yang didelegasikan, tiga di antaranya sukses menyabet medali emas setelah menumbangkan lawan-lawan tangguh di atas ring.
Sementara itu, dua atlet lainnya, yakni satu putra dan satu putri, dinyatakan menang tanpa tanding dikarenakan tidak adanya lawan di kelas mereka. Hasil sempurna ini sekaligus mengunci tiket bagi para atlet Bengkalis untuk menjadi pilar utama yang mewakili Provinsi Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang akan diselenggarakan di Sulawesi Utara pada Oktober 2026 mendatang.
Kemenangan manis ini dipersembahkan oleh tiga pendekar terbaik Bengkalis yang tampil dominan di kelasnya masing-masing:
Ade Kurniawan (Kelas 75 kg): Anggota aktif Satpol PP Kabupaten Bengkalis ini tampil beringas dan sukses membawa pulang medali emas setelah mengandaskan perlawanan sengit Lutfhi, rival kuat asal Pekanbaru.
Panrro Pakpahan (Kelas 54 kg): Tampil dengan teknik tinggi, Panrro sukses mendominasi jalannya laga hingga memastikan medali emas kedua untuk Negeri Junjungan.
M. Febriyan (Kelas Senior 67 kg): Mahasiswa berbakat dari Politeknik Negeri Bengkalis ini tampil gemilang dan melengkapi torehan emas ketiga bagi tim.
Keberhasilan besar ini tidak lahir di ruang hampa. Ketua Kick Boxing Kabupaten Bengkalis, Wiwin Suryana, mengungkapkan rasa bangga, syukur, dan apresiasi yang mendalam atas kerja keras seluruh tim. Beliau juga menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil nyata dari sinergi dan dukungan luar biasa dari berbagai pihak di Kabupaten Bengkalis.
Secara khusus, manajemen tim menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada para tokoh, instansi, dan sponsor yang telah menyokong penuh perjuangan para atlet, antara lain:
1. Bapak Steven Dinata (SPPG Bengkalis Kota 1): Yang secara konsisten memenuhi kebutuhan nutrisi dan makanan bergizi tinggi bagi para atlet selama masa pemusatan latihan (TC).
2. Bung Darma Firdaus Sitompul (Ketua KONI Kabupaten Bengkalis): Atas bimbingan dan dukungan moril maupun materil yang tiada henti.
3. Kadispora Kabupaten Bengkalis: Yang telah memfasilitasi sarana dan tempat latihan representatif bagi kenyamanan persiapan atlet.
4. Bapak Priyo Tri Laksono (Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis): Atas dukungan penuh kelancaran tim.
5. PT BLJ Perseroda Bengkalis, Kantor Imigrasi Bengkalis, dan Kedai Kopi Kamboja Bengkalis: Selaku mitra sponsor resmi yang menyokong operasional keberangkatan tim.
“Terima kasih kepada seluruh atlet atas dedikasi, kedisiplinan berlatih, serta doa dan restu Ilahi yang mengantarkan kalian meraih prestasi ini. Medali ini memang pantas kalian dapatkan. Teruslah berjuang, kebanggaan Kabupaten Bengkalis!” puji Wiwin Suryana dengan nada bangga.
Meski pulang dengan kepala tegak membawa total empat medali emas (termasuk hasil kualifikasi sebelumnya), sang juru taktik, Coach Hady Sucipto (yang akrab disapa Coach Uchip), langsung memberikan peringatan tegas namun memotivasi agar anak asuhnya tidak cepat berpuas diri.
Menurut Coach Uchip, ajang SKA Sportshow ini hanyalah batu loncatan awal. Ujian sesungguhnya yang jauh lebih berat sudah menanti di depan mata, yaitu membawa pulang medali emas untuk Provinsi Riau di panggung tertinggi olahraga nasional.
“Apa yang kalian raih saat ini hanyalah permulaan. Kita masih punya target besar: PON Beladiri 2026 di Sulawesi Utara! Semoga kemenangan ini menjadi momentum untuk terus belajar, berkembang, dan tetap rendah hati. Harapan kami, atlet Bengkalis tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga mampu melangkah ke panggung internasional. Aamiin,” tegas Coach Uchip penuh optimisme.
Dengan modal mental juara, disiplin baja, serta dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Bengkalis, langkah tim Kick Boxing menuju Sulawesi Utara kini terbuka lebar. Semangat membara para atlet ini diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di panggung terbesar olahraga nasional dua bulan lagi.(FN)






