Dugaan Penguasaan Sekolah Islam Pamulang, Kawat Berduri Dipasang, Polisi Turun Tangan

Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel — Situasi di Sekolah Islam Pamulang (SIP) di Pamulang, Tangerang Selatan, memanas pada Sabtu (22/8/2026) dini hari. Puluhan orang yang oleh pihak Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta (YSH) disebut sebagai preman diduga mendatangi dan menguasai area sekolah sekitar pukul 03.00 WIB.

Pihak YSH menyebut aksi tersebut baru diketahui setelah sejumlah orang berada di dalam area sekolah. Ketua YSH Ilham Aufa mengatakan, kejadian yang berlangsung dini hari membuat pihak yayasan dan pengelola sekolah tidak mengetahui kedatangan rombongan tersebut sejak awal.

“Kami baru mengetahui tindakan pengambilalihan tersebut setelah mereka menguasai bangunan SIP. Saat itu sekitar pukul 03.00 WIB dan kami semua sedang beristirahat,” ujar Ilham.

Menurut Ilham, dalam kejadian tersebut terdapat seorang pria yang disebutnya merupakan Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Imam Subchi, yang berada di lokasi.

Namun, informasi tersebut masih merupakan keterangan dari pihak YSH dan memerlukan klarifikasi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta maupun pihak lain yang disebut dalam kejadian.

Ilham juga mengaitkan persoalan tersebut dengan sengketa pengelolaan sejumlah lembaga pendidikan yang sebelumnya telah masuk ke ranah hukum. Ia menyebut putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta telah membatalkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1543 terkait integrasi UIN dengan sejumlah yayasan.

“Kami meminta pihak UIN Jakarta menaati dan menghargai proses hukum yang masih berjalan. Jangan menggunakan preman dalam urusan di lingkungan pendidikan,” katanya.

Sementara itu, aparat kepolisian telah mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi. Sejumlah orang yang diduga terlibat disebut telah diamankan petugas.

Kawat berduri juga terlihat terpasang di area sekolah setelah munculnya dugaan penguasaan bangunan tersebut.

Pihak YSH mengkhawatirkan konflik tersebut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar, termasuk guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua.

Hingga berita ini diturunkan, keterangan dari pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait kronologi kejadian, dasar penguasaan bangunan, serta status pengelolaan Sekolah Islam Pamulang masih diperlukan untuk memastikan informasi yang berimbang.

Persoalan tersebut diharapkan dapat diselesaikan melalui jalur hukum dan seluruh pihak diminta menahan diri agar situasi di lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *