Rehabilitasi Gedung KUA Muncang Diduga Asal-asalan dan Tidak Transparan, Warga Minta Penegak Hukum Turun Tangan

Rakyatmerdekanews.co.id,  Lebak – 25 Juni 2025 – Proyek rehabilitasi Gedung Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten, menuai sorotan dari warga. Pasalnya, kegiatan pemeliharaan gedung tersebut diduga dilakukan secara asal-asalan dan tidak transparan.

Ilyas, salah satu warga Kecamatan Muncang, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Ia menilai proses rehabilitasi terkesan terburu-buru dan tidak dikerjakan secara maksimal.

“Kami selaku masyarakat merasa aneh. Kegiatan pemeliharaan tersebut terlihat tergesa-gesa, seakan-akan ada yang ditutupi. Ini layak untuk diperiksa,” ujarnya kepada awak media, Rabu (25/6/2025).

Menurut Ilyas, pelaksana kegiatan hanya melakukan pengecatan pada bagian luar gedung dan satu ruang kepala KUA saja. Sementara bagian dalam gedung tidak disentuh sama sekali. Ia juga menyoroti tidak adanya papan informasi terkait rincian anggaran dan kegiatan proyek tersebut.

“Yang dicat itu hanya bagian luar saja, bagian dalam tidak. Dan tidak ada papan informasinya,” tambahnya.

Dari informasi yang beredar di masyarakat, anggaran pemeliharaan gedung KUA tersebut diduga mencapai Rp49.830.000. Jika benar demikian, Ilyas meminta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan memeriksa kegiatan tersebut.

“Selayaknya kegiatan ini diperiksa karena kami menduga ada mark up anggaran,” tegasnya.

Terpisah, Kepala KUA Kecamatan Muncang, Azhar Yushfi Mahasin, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kantornya memang sedang dalam proses perawatan. Ia menyebut ada kegiatan pengecatan dan penggantian keramik yang dilaksanakan pada hari libur. Namun, terkait rincian anggaran dan cakupan rehabilitasi, Azhar mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya tidak mengetahui berapa besar anggarannya dan apa saja yang akan direhab,” jelasnya.

Azhar menambahkan, sejauh ini kegiatan yang terlihat hanyalah pengecatan di bagian depan gedung serta pergantian plafon dan beberapa meter keramik di bagian depan.

Warga berharap pihak berwenang segera melakukan audit dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut agar tidak menimbulkan kekecewaan dan kecurigaan lebih lanjut di tengah masyarakat. (Team red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *