Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Alih-alih menikmati malam minggu dengan rebahan atau nonton bola, Tim Opsnal Polsek Mandau justru memilih lembur massal berburu “zombie” narkoba. Hasilnya tidak main-main. Hanya dalam waktu tiga jam pada Sabtu dini hari (8/8/2026), polisi berhasil menggulung empat pria dari tiga drama penangkapan berbeda yang saling bersahut-sahutan di Kecamatan Bathin Solapan.
Berikut adalah rangkuman trilogi petualangan malam jumat legendaris Tim Opsnal Polsek Mandau:
Babak I:
DPO Senior Terciduk “Healing” di Hotel (Pukul 00.30 WIB). Petualangan dimulai tepat setengah jam setelah tengah malam. Seorang pria berinisial DR (41) yang sudah lama menyandang gelar prestisius sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya pensiun dari masa pelariannya. DR diringkus saat sedang asyik “healing” di sebuah hotel di Desa Bumbung.
Alih-alih mendapatkan pelayanan room service berupa kopi hangat, DR justru dijemput oleh Tim Opsnal Polsek Mandau berkat pengembangan kasus sebelumnya. Impian DR untuk tidur nyenyak di kasur empuk hotel sirna, berganti dengan fasilitas tidur gratis di dalam sel tahanan. DR langsung dibawa ke Mapolsek Mandau untuk tes urine, dan hasilnya tentu saja membuat posisinya makin tidak aman.
“Saya cuma mau istirahat tenang, Pak, malah bapak-bapak polisi ini ikut ikutan check-in,” batin DR pasrah saat tangannya diborgol.
Babak II:
Duet Maut Kotak Rokok “Rasa” Sabu (Pukul 02.30 WIB).
Belum sempat polisi menyeduh kopi hitam pengusir kantuk, laporan warga kembali masuk. Dua jam setelah penangkapan pertama, polisi meluncur ke Jl. Baru Duri 13, Gang Merdeka. Di sana, duet maut berinisial DHA (27) dan YS (44) sedang asyik nongkrong subuh.
Saat digeledah, polisi menemukan kotak rokok yang isinya plot twist: bukan tembakau, melainkan 5 paket sabu siap edar. Selain rokok rasa kimia tersebut, polisi juga menyita dua HP, plastik klip, dan uang tunai Rp150 ribu yang gagal jadi modal jajan.
Saat diinterogasi, keduanya mendadak jadi penyanyi paduan suara yang merdu. Mereka mengaku mendapatkan barang tersebut dari pria misterius berinisial U. Akibat nyanyian ini, si U otomatis langsung dinobatkan sebagai DPO baru.
Babak III:
Sulap Celana di Belakang Pintu (Pukul 03.30 WIB).
Tepat saat ayam berkokok pertama kali, polisi meluncur ke lokasi ketiga yang masih berada di kawasan Jl. Baru Duri 13. Targetnya adalah pria paruh baya berinisial PPS (40).
PPS mencoba bermain sulap ala David Copperfield dengan menyembunyikan 1 paket sabu di dalam kantong celana yang digantung di belakang pintu kamar. Sayangnya, Tim Opsnal Polsek Mandau punya mata seperti elang. Selain celana “ajaib” tersebut, polisi juga menyita:
1 unit timbangan digital: Biar jualan tetap jujur, presisi, dan tidak kurang timbangan.2 sendok takar: Bukan untuk bikin susu formula anak, apalagi takaran kue nastar.Uang tunai Rp480 ribu: Hasil keringat jualan barang haram yang langsung disita negara.
Sama seperti duet di Babak II, PPS juga langsung “bernyanyi” dan menyeret nama baru berinisial PH yang kini resmi menjadi buronan polisi berikutnya. “Aduh Pak, itu celana belum dicuci, kok bapak tahu ada isinya?” keluh PPS dalam hati.
Melihat hasil panen DPO dan pengedar dalam semalam ini, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang, bahkan sekadar celah ventilasi, bagi para pelaku narkoba di wilayah hukum Polres Bengkalis.
“Setiap informasi masyarakat akan kami sikat. Penindakan akan terus dilakukan sampai ke akar-akarnya, batang-batangnya, hingga ke pemasoknya,” tegas Kapolres dengan nada yang membuat para DPO lain di luar sana langsung merinding dan susah tidur.
Kini, keempat pria tersebut resmi mengenakan outfit kembar berupa baju oranye mentereng dan dijerat dengan Pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya dipastikan cukup lama untuk membuat mereka merenungi nasib mengapa mereka tidak memilih tidur saja di rumah pada Sabtu dini hari itu.
Polres Bengkalis juga mengingatkan warga agar tetap menjadi “mata-mata” yang baik. Jika melihat ada gerak-gerik mencurigakan atau aroma-aroma mencurigakan di sekitar Anda, segera hubungi Call Center 110.(FN)






