Aliansi Anak Melayu Bongkar Ironi Kekayaan Alam di Kecamatan Bathin Solapan dan Mandau

Rakyatmerdekanews.co.id, Duri, 25 Juni 2025 – Kecamatan Bathin Solapan dan Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, merupakan daerah yang kaya akan tanah dan minyak bumi. Namun, ironisnya, putra-putri Melayu lokal di daerah tersebut merasa terabaikan dan tidak dapat menikmati hasil dari kekayaan alam yang ada.

Hampir 80 Persen Kekayaan Alam Dikelola Perusahaan, Manfaatnya untuk Siapa Kah?

Perusahaan-perusahaan yang mengelola kekayaan alam di daerah tersebut sepertinya tidak membawa manfaat yang signifikan bagi putra-putri Melayu lokal. Mereka merasa bahwa kekayaan alam tersebut tidak dapat dinikmati oleh masyarakat lokal, dan justru dinikmati oleh pihak lain.

Fredi Noza, Ketua Aliansi Anak Melayu, mengungkapkan kekecewaannya dan keprihatinannya terhadap situasi ini dengan menggunakan ungkapan “Ayam Mati di Lumbung Padi”. Ungkapan ini menggambarkan betapa ironisnya situasi di mana putra-putri Melayu lokal tidak dapat memanfaatkan kekayaan alam yang ada di daerah mereka sendiri.

Fredi Noza mengungkapkan bahwa saat turun langsung ke lapangan bersama Aliansi Anak Melayu, mereka menemukan bahwa anak Melayu lokal tempatan banyak yang tidak bekerja karena diisi oleh pekerja dari daerah luar kecamatan Bathin Solapan dan kecamatan Mandau. “Miris saya melihat dan mendengar saat turun langsung ke lapangan bersama Aliansi Anak Melayu pergi ke perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan kerja di tanah kelahiran sendiri penuh dengan dilema-dilema,” ujar Fredi Noza.

Fredi Noza juga mengkritik oknum humas perusahaan yang seolah-olah menjadi benteng perusahaan dan tidak menjalankan tupoksi kehumasan dengan baik. “Gunakan mandat dari perusahaan sebaik-baiknya yang amanah,” ujar ketua. Ia menambahkan bahwa oknum-oknum humas perusahaan tersebut sepertinya lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada menjalankan tugasnya sebagai perpanjangan tangan perusahaan dalam menjalin hubungan dengan masyarakat.

Fredi Noza juga menyampaikan apresiasinya kepada aparat penegak hukum (APH) Polri-TNI yang telah menjalankan tugasnya dengan humanis dan profesional dalam mengayomi masyarakat. “Kami sangat menghargai kinerja APH Polri-TNI yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional,” ujar Fredi Noza.

Fredi Noza dan Aliansi Anak Melayu berharap bahwa situasi ini dapat berubah dan putra-putri Melayu lokal dapat menikmati hasil dari kekayaan alam yang ada di daerah mereka. Mereka berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah mereka sendiri. Dengan demikian, kekayaan alam dapat membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat lokal.

Aliansi Anak Melayu telah melakukan langkah awal untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat lokal. Mereka telah melakukan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan yang mengelola kekayaan alam di daerah tersebut dan meminta mereka untuk lebih memperhatikan kepentingan masyarakat lokal. “Kami berharap bahwa perusahaan-perusahaan tersebut dapat memahami kepentingan masyarakat lokal dan memberikan kesempatan kepada putra-putri Melayu lokal untuk bekerja dan berkembang,” ujar Fredi Noza.

Dengan langkah-langkah yang terus menerus, diharapkan bahwa kekayaan alam di Kecamatan Bathin Solapan dan Mandau dapat membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat lokal dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Bengkalis Bermarwah Maju dan Sejahtera menuju Indonesia Emas.(FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *