Aliansi Anak Melayu Kirim Surat Terbuka kepada Perusahaan Maharani, Minta Kesempatan Kerja Nyata

Rakyatmerdekanews.co.id, Duri, 23 Juni 2025 – Aliansi Anak Melayu mengirimkan surat terbuka kepada Perusahaan Maharani, meminta kesempatan kerja yang nyata bagi generasi muda Melayu lokal. Surat tersebut juga tembusan kepada beberapa pihak, termasuk Camat Kecamatan Bathin Solapan, Camat Kecamatan Mandau, Penghulu Adat Melayu, LAMR Provinsi Riau, LAMR Kabupaten Bengkalis, Polres Bengkalis, dan lain-lain.

Dalam suratnya, Aliansi Anak Melayu menyampaikan kegelisahan mereka selama 8 bulan terakhir karena tidak adanya panggilan kerja dari perusahaan Maharani, meskipun lamaran kerja telah diserahkan. Mereka berharap perusahaan Maharani dapat memprioritaskan mereka sebagai generasi muda Melayu lokal dan memberikan kesempatan kerja yang nyata.

Kegelisahan dan Harapan, Aliansi Anak Melayu merasa bahwa janji-janji yang telah diberikan oleh perusahaan Maharani belum diwujudkan. Mereka diarahkan kepada humas perusahaan dan oknum polisi, yang hanya memberikan janji-janji semu. Mereka berharap perusahaan Maharani dapat memandang mereka sebagai prioritas dan memberikan kesempatan kerja yang nyata.

“Bapak telah menerima langsung lamaran kerja kami dan mengatakan akan menerima kami sebagai karyawan perusahaan Maharani, bahkan memberikan target bergabung paling lama bulan Desember 2024. Namun, hingga saat ini Juni 2025, kami belum menerima panggilan kerja dari perusahaan Maharani,” ungkap Aliansi Anak Melayu dalam suratnya.

Aliansi Anak Melayu memohon kepada perusahaan Maharani untuk memprioritaskan mereka sebagai generasi muda Melayu lokal dan memberikan kesempatan kerja yang nyata. Mereka berharap perusahaan Maharani dapat memandang mereka sebagai aset berharga dan memberikan kesempatan untuk berkembang dan berkarir.

“Kami ingin berkarir, mencari sesuap nasi, mencari makan, dan bekerja keras untuk membanggakan orang tua, hidup sejahtera, dan mencari nafkah untuk keluarga, Kami ingin menjadi tuan di tanah sendiri, kami bukan perantauan, kami tidak ingin menjadi “ayam mati di lumbung padi” kami ingin bekerja keras dan membuktikan diri kami sebagai generasi muda Melayu yang berpotensi, ujar Fredi Noza, Ketua Aliansi Anak Melayu.

Tambah’ Ketua Aliansi Anak Melayu, Saya Tegaskan Tidak ada istilah NAKER (Masuk Kerja Bayar).dalam pencapaian tujuan kerja diperusahan untuk anak kemanakan, cucu putra-puteri Melayu, apabila ada kedapatan maka, kita ambil tindakan tegas, kita proses ke BILIK DAMAI LAMR Provinsi RIAU.”Tegas Ketua Fredi Noza.

Surat terbuka tersebut juga tembusan kepada beberapa pihak, termasuk:

1. Camat Kecamatan Bathin Solapan

2. Camat Kecamatan Mandau

3. Penghulu Adat Melayu; LAMR Provinsi Riau

4. Penghulu Adat Melayu; LAMR Kabupaten Bengkalis

5. Penghulu Adat; LAMR Kecamatan Bathin Solapan

6. Penghulu Adat; LAMR Kecamatan Mandau

7. Polres Bengkalis

8. Polsek Mandau

9. Koramil Mandau

10. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis

Aliansi Anak Melayu menunggu tanggapan dari perusahaan Maharani terkait surat terbuka mereka. Mereka berharap perusahaan Maharani dapat memprioritaskan generasi muda Melayu lokal khususnya wilayah daerah Duri-Riau, kecamatan Bathin Solapan, kecamatan Mandau dan memberikan kesempatan kerja yang nyata.

Dengan demikian, Aliansi Anak Melayu berharap dapat memperoleh kesempatan kerja yang nyata dan dapat berkontribusi bagi perusahaan Maharani dan masyarakat.(FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *