Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis, 19 Juni 2025 – Sebanyak 25 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis menjalani prosesi baptisan pertobatan. Kegiatan kerohanian ini terlaksana melalui kerja sama dengan Yayasan Anugerah Sejahtera Indonesia (YASINDO) cabang Bengkalis dan dipimpin langsung oleh Pendeta Steven.
Prosesi baptisan berlangsung di lingkungan dalam Lapas, dimulai pukul 14:00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini turut dihadiri dan didampingi langsung oleh Kalapas Bengkalis, Kriston Napitupulu, serta dalam pengawasan ketat oleh jajaran petugas keamanan, termasuk Komandan Jaga, Anggota Jaga, dan Staf Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (BIMKEMASWAT).
Komitmen Kalapas untuk Perkuat Pembinaan Rohani, Kalapas Bengkalis, Kriston Napitupulu, menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa memberikan ruang dan dukungan bagi WBP untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari proses pembinaan. “Diharapkan melalui kegiatan ini, WBP dapat mengalami perubahan hidup ke arah yang lebih baik dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Pembinaan rohani merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan. Dengan pembinaan rohani, WBP dapat memperoleh bimbingan dan dukungan spiritual yang dapat membantu mereka dalam menjalani proses pemasyarakatan dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta Permenkumham Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan pada Lapas dan Rutan, yang menegaskan pentingnya pembinaan kepribadian dan rohani bagi narapidana.
Prosesi baptisan berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Para WBP yang mengikuti kegiatan tampak antusias dan penuh haru dalam menjalani momen sakral tersebut. Mereka terlihat sangat bersemangat dan penuh harapan untuk memulai perjalanan spiritual baru dalam hidup mereka.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan WBP dapat memperoleh manfaat spiritual dan moral yang dapat membantu mereka dalam menjalani proses pemasyarakatan dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat. Kalapas Bengkalis, Kriston Napitupulu, berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan rohani di Lapas Bengkalis guna menciptakan lingkungan yang kondusif bagi WBP untuk tumbuh dan berkembang secara positif.(FN)






