Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Memasuki hari kelima di tahun ajaran baru, SMP Negeri 101 Jakarta, menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) disambut ratusan siswa baru kelas 7 masih tetap antusias. Kegiatan ini diakhiri dengan upacara penutupan MPLS berlangsung khidmat yang di ikuti peserta didik baru., Jumat (17/07/2026).
Terpantau dilapangan halaman sekolah terlihat siswa sangat antusias yang luar biasa mengikuti MPLS, Sejak hari pertama hingga hari kelima terakhir kegiatan MPLS dan gerbang sekolah dipadati oleh para orang tua murid yang menjemput anak-anak mereka untuk memulai babak baru di jenjang sekolah menengah pertama. Fokus Utama: MPLS Ramah Anak Tanpa Perundungan
Kepala Sekolah SMPN 101 Agus Karmono, mengatakan bahwa seluruh rangkaian MPLS yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari ke depan akan berjalan dengan mengedepankan konsep ramah anak dan edukatif.
Ada empat hal pernyatakan sikap yang harus tegas dilakukan oleh seluruh siswa baru kelas yaitu 1. Stop Tawuran, 2. Stop Bullying, 3. Stop Narkoba dan 4. Pilah dan olah sampah dari sumbernya,” paparnya.
Pihak sekolah menjamin tidak akan ada ruang bagi tindakan perundungan (bullying) maupun senioritas yang kerap membayangi masa orientasi sekolah di masa lalu.
Kami sudah mengondisikan para siswa pendamping dari OSIS untuk memberikan arahan dan bimbingan dengan penuh kasih sayang kepada adik-adik kelas mereka. Di sini tidak ada istilah senior dan junior, tidak ada bullying,” ujarnya.
“Kami ingin MPLS ini benar-benar ramah dan menyenangkan, sehingga anak-anak masuk ke SMPN 101 Jakarta dengan perasaan bahagia,” terang Agus Karmono.
Sementara itu, untuk siswa kelas 8 dan 9, kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah berjalan normal seperti biasa, terpisah dari rangkaian orientasi kelas 7 agar proses transisi tetap kondusif.
Gagas Program Unggulan “Pilah dan Olah Sampah” Ada yang berbeda pada pelaksanaan MPLS di SMPN 101 Jakarta tahun ini. Sekolah secara khusus mengusung program lingkungan hidup bertajuk “Pilah dan Olah Sampah” sebagai agenda utama kegiatan siswa baru,” kata Kepala Sekolah SMPN 101 Jakarta.
Melalui program ini, siswa kelas 7 tidak hanya diberikan materi teori, melainkan diajak langsung untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.
Rangkaian program kreatif ini puncaknya di akhir pekan Jumat (17/07/2026) hari ini. dan Pemberian Edukasi: Siswa diajarkan cara memilah sampah sejak hari pertama hingga pertengahan pekan.
Aksi Nyata dan Kreasi Daur Ulang: Sampah anorganik yang terkumpul akan diolah secara kreatif oleh para siswa.
Pameran Karya Pada hari terakhir MPLS (Jumat), para siswa baru akan menampilkan produk hasil karya daur ulang sampah kreatif mereka di hadapan warga sekolah.
Agus Karmono selaku kepala sekolah SMPN 101 Jakarta, berharap kepada siswa kelas 7, masa orientasi selama lima hari ini dapat menjadi jembatan yang baik bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan belajarnya yang baru.
“Tentu harapan kami melalui MPLS ini, anak-anak bisa segera mengenali lingkungan sekolah mereka, cepat beradaptasi dengan atmosfer yang baru, dan mampu bersinergi dengan teman-teman maupun bapak/ibu guru. Semoga mereka bisa tumbuh kembang dengan baik, hidup rukun, dan mengikuti kegiatan belajar mengajar ke depan dengan lancar dan berprestasi, ” tandas Agus Kurmono Kepala Sekolah SMPN 101 Jakarta.
(Efendi)






