Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis secara resmi berpartisipasi dalam Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang digelar secara virtual melalui Zoom pada pukul 09.00 WIB. Rapat ini mempertemukan pejabat pusat, perwakilan Kantor Wilayah, dan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di seluruh Indonesia untuk meninjau capaian kinerja semester pertama 2025 dan merumuskan langkah perbaikan ke depan. (15/05/2025)
Dalam paparannya, Kalapas Kriston Napitupulu menekankan keberhasilan Lapas Bengkalis dalam:
• Mengurangi beban hunian, dengan upaya redistribusi dan optimalisasi ruang yang terus berlanjut.
• Program Pembinaan Hak dan Kewajiban, melalui modul literasi hukum yang rutin dilaksanakan dan melibatkan puluhan warga binaan.
• Pelatihan Berkebun, di mana hasil panen sayuran dan tanaman hias kini mendukung kebutuhan dapur lembaga sekaligus memberi keterampilan baru bagi warga binaan.
• Layanan Kesehatan dan Keagamaan, dengan penambahan sesi pemeriksaan kesehatan berkala dan peningkatan frekuensi kegiatan keagamaan untuk mendukung kesejahteraan mental dan spiritual.
Selain itu, Lapas Bengkalis memaparkan sejumlah inovasi terkini, antara lain:
• “Inovasi Si Anpelang”, layanan bus pengantar bagi warga binaan tingkat reintegrasi untuk mempermudah akses menuju fasilitas publik.
• Program Ketahanan Pangan, kerja sama dengan dinas pertanian untuk pendirian kebun produktif di dalam area lapas.
• Peningkatan Keamanan, melalui razia terpadu dan pemasangan perangkat pendeteksi untuk meminimalisir potensi pelanggaran.
Meskipun masih dihadapkan pada tantangan overkapasitas, Kalapas Kriston menyatakan optimisme tinggi bahwa langkah‐langkah strategis ini akan memperkuat kualitas pembinaan dan menyiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat lebih siap. “Kami berkomitmen terus berinovasi agar lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat penahanan, tetapi juga ruang transformasi dan pemberdayaan,” ujarnya.(FN)






