Rakyatmerdekanews.co.id, Meureudu – Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E., bersama Wakil Bupati Hasan Basri, ST., M.M., menegaskan komitmen kuat dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen secara bertahap dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi pijakan utama dalam membentuk arah baru pemerintahan menuju keadilan ekonomi yang merata di seluruh wilayah “Negeri Japakeh”.
“Perjalanan panjang pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya selama 18 tahun tidak boleh disia-siakan. Penanggulangan kemiskinan adalah prioritas utama dalam agenda pembangunan kami,” ujar Bupati Sibral Malasyi, Senin (16/6/2025).
Berdasarkan data resmi, kemiskinan ekstrem di Pidie Jaya berhasil ditekan dari 7,26 persen pada 2023 menjadi 0,93 persen. Sementara itu, angka kemiskinan umum menurun dari 22,7 persen menjadi 18,28 persen pada 2024. Meski demikian, Bupati Sibral menyadari bahwa tantangan di lapangan masih besar dan memerlukan kerja kolaboratif lintas sektor.
“Target kami bukan hanya angka, tapi bagaimana menghadirkan keadilan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Pidie Jaya mengedepankan strategi pembangunan berbasis pemerataan dan pemberdayaan. Fokus diarahkan pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, serta kelautan dan perikanan. Penguatan sektor UMKM juga menjadi prioritas untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah daerah harus berdampak langsung ke rakyat,” tandas Bupati.
Per 30 Mei 2025, realisasi pendapatan daerah telah mencapai 38,52 persen, sedangkan realisasi belanja daerah berada di angka 24,37 persen. Capaian ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.
“Kami terus menjaga ritme kerja tinggi, karena hanya dengan semangat itulah kita bisa menutup kesenjangan dan mewujudkan keadilan ekonomi bagi semua,” ujar Sibral.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepemimpinannya berlandaskan visi menjadikan Pidie Jaya sebagai kabupaten yang bersyariat, berkeadilan, maju, dan berkelanjutan. Visi tersebut merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun oleh para pemimpin terdahulu, seperti Drs. H. Salman Ishak, M.Si, Drs. H. M. Gade Salam/H. Yusuf Ibrahim, serta H. Aiyub Bin Abbas/Dr. H. Said Mulyadi, SE, M.Si.
“Dengan semangat kerja nyata dan tekad bersama, kita wujudkan Pidie Jaya sebagai daerah yang bebas dari kemiskinan dan unggul secara spiritual, ekonomi, dan sosial,” tutup Bupati. (Hendra)






