Ketua PMI Bireuen Bangun Kebersamaan dengan Insan Pers: Silahturahmi Sebagai Jalan Kemanusiaan dan Keberkahan

Rakyatmerdekanews.co.id, Bireun – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., yang akrab disapa Bang Edi Obama, menunjukkan komitmen kuat dalam merawat dan memperkuat tali silahturahmi dengan insan pers di Kabupaten Bireuen. Momen penuh kehangatan ini berlangsung di sela kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Kabupaten Bireuen Tahun 2025–2029, yang digelar di Aula Hotel Fajar, Selasa (17/6/2025).

Kehadiran Edi Obama bukan sekadar menjalankan tugas kelembagaan sebagai Ketua PMI, namun juga memperlihatkan keteladanan sebagai tokoh muda yang memahami pentingnya membangun hubungan emosional dan profesional dengan media—pilar utama dalam penyebaran informasi dan kontrol sosial masyarakat.

Di café Hotel Fajar, suasana keakraban terjalin erat saat Edi duduk bersama sejumlah jurnalis lokal. Sambil menikmati sajian minuman dan makanan ringan, perbincangan hangat penuh tawa menjadi bagian dari jalinan komunikasi yang tak hanya formal, tapi juga personal. Didampingi Ketua DPRK Bireuen, Hendra, Edi tampil sebagai figur pemimpin yang bersahaja, mudah bergaul, dan tidak berjarak dengan siapa pun.

Dalam Islam, silahturahmi bukan hanya etika sosial, tapi juga bagian dari ajaran agama yang memiliki nilai spiritual tinggi. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silahturahmi.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Silahturahmi adalah jembatan antara hati, ruang untuk saling memahami, dan sarana memperkuat ukhuwah islamiyah. Dalam konteks kepemimpinan, ia menjadi media untuk membangun kepercayaan, solidaritas, dan komunikasi yang sehat dengan masyarakat—terutama dengan insan pers yang memegang peran penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

Edi Saputra memahami betul bahwa membangun relasi yang harmonis dengan wartawan bukanlah sekadar seremonial. Sebagai mantan wartawan dan pengusaha muda yang kini mengemban amanah kemanusiaan di PMI, ia menganggap media sebagai bagian dari keluarga besar yang senantiasa menyuarakan kepentingan rakyat dan kemanusiaan.

“Pers bukan hanya mitra kerja, tapi bagian dari keluarga besar yang selalu bersama dalam suka dan duka,” ujar Edi Obama dengan senyum hangat.

Sebagai lembaga kemanusiaan, PMI tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat dengan berbagai elemen, termasuk media, untuk menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan kepada masyarakat luas. Dalam konteks inilah, kedekatan antara PMI dan insan pers bukan hanya penting, tetapi strategis dan bermakna.

Pertemuan santai di sela Musrenbang ini menjadi cermin dari pendekatan inklusif dan partisipatif yang dibangun oleh Edi. Meski berlangsung singkat, momen itu memberi dampak mendalam—menguatkan rasa saling percaya, mempererat hubungan sosial, dan membuka ruang dialog yang sehat.

Kabupaten Bireuen dikenal sebagai tanah yang kaya akan nilai-nilai Islam, adat istiadat, serta semangat gotong royong. Tradisi menjamu tamu, duduk bersama sambil berbagi cerita, adalah kearifan lokal yang tak ternilai. Nilai-nilai ini berpadu indah dalam pertemuan Edi dengan para jurnalis.

Dengan rendah hati, Edi Obama tak segan berbagi cerita, mendengarkan masukan, serta bercengkerama dalam suasana kekeluargaan. Di balik secangkir kopi yang diseruput bersama, terbangun kepercayaan dan tekad untuk terus bergandengan tangan demi kemajuan daerah.

Apa yang dilakukan Edi Saputra, S.H., adalah sebuah pelajaran hidup bahwa silahturahmi bukan sekadar kunjungan atau pertemuan singkat. Ia adalah energi spiritual yang menggerakkan hati, menyatukan jiwa, dan membuka pintu-pintu keberkahan.

Dalam dunia yang semakin kompleks, menjalin hubungan yang hangat, jujur, dan penuh penghargaan dengan insan pers adalah langkah bijak untuk menciptakan ruang informasi yang adil, berimbang, dan penuh empati.

Semoga semangat silahturahmi ini menjadi inspirasi bagi para pemimpin lainnya—bahwa membangun Bireuen bukan hanya soal infrastruktur dan angka-angka, tetapi juga soal rasa, cinta, dan kebersamaan.

(Hendra)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *