Rakyatmerdekanews.co.id, Bireun – Dengan semangat yang menyentuh hati dan niat tulus untuk mandiri, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kabupaten Bireuen, Darmansyah, membuka usaha kecil-kecilan berupa warung kopi (warkop) sederhana di kawasan jalan elak, lewat Simpang IV Desa Geulanggang Teungoh Kabupaten Bireuen.Langkah ini bukan sekadar membuka usaha, namun menjadi simbol perjuangan seorang pemimpin yang ingin memberi teladan tentang pentingnya kemandirian ekonomi, kerja keras, dan ketulusan dalam membangun masa depan.
Acara pembukaan warung kopi tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Darmansyah mengundang seluruh pengurus DPD Gerakan Rakyat Kabupaten Bireuen untuk bersama-sama menghadiri momen bersejarah ini. Kepala desa Geulanggang Teungoh turut hadir dalam acara tersebut, memberikan dukungan dan apresiasi terhadap inisiatif warganya yang memadukan semangat usaha dengan nilai-nilai silaturahmi dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Darmansyah menyampaikan harapannya agar warkop ini bukan hanya menjadi tempat mencari nafkah, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antar sesama. “Saya ingin warkop ini menjadi tempat kita saling menyapa, bertukar pikiran, dan saling mendoakan dalam kebaikan. Karena sesungguhnya silaturahmi itu bukan hanya memperpanjang umur dan memperluas rezeki, tetapi juga menenangkan jiwa,” ungkapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Silaturahmi adalah jembatan keberkahan, sarana penguat ukhuwah, dan jalan menuju rahmat Allah SWT. Dalam konteks usaha, silaturahmi bisa menjadi pintu pembuka peluang, jaringan, dan keberhasilan yang tak terduga.
Darmansyah membuktikan bahwa pemimpin tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga siap turun ke lapangan dan memberi contoh nyata. Ia ingin menginspirasi masyarakat, terutama para pemuda, agar tidak malu memulai usaha dari hal kecil. “Kita tidak boleh hanya mengandalkan jabatan atau posisi. Kemandirian itu penting. Sekecil apapun usaha kita, jika dilakukan dengan niat baik dan semangat, pasti membuahkan hasil,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Ia juga menambahkan bahwa perjuangan ekonomi rakyat tidak boleh hanya menjadi slogan. Harus ada langkah nyata, kerja nyata, dan keberanian untuk memulai, meski dari nol. “Saya berharap langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi semua anggota Gerakan Rakyat dan masyarakat luas. Jangan takut memulai usaha, jangan malu menjadi kecil di awal, karena dari situ lahir kekuatan besar di masa depan,” tutur Darmasyah.
Acara ditutup dengan doa bersama, harapan, dan canda tawa hangat antar hadirin. Warkop kecil di pinggir jalan itu kini menjadi saksi bisu sebuah tekad besar: membangun kemandirian, menjaga silaturahmi, dan menyemai harapan bagi masa depan yang lebih baik.
Warkop boleh sederhana, tapi niat dan semangat di baliknya sangat luar biasa. Semoga menjadi berkah, dan menjadi pemantik semangat bagi siapa pun yang ingin bangkit dan berusaha dengan hati.(Hendra)






