PDAM Purworejo Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Bak Mangkrak Diaktifkan Lagi hingga Tambah Pompa Ukuran Lebih Besar

Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo — Mengantisipasi ancaman kekeringan yang diprediksi berlangsung cukup panjang pada musim kemarau tahun ini, PDAM Tirta Perwitasari Purworejo menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga pasokan air bersih di wilayah-wilayah rawan kekurangan air di Kabupaten Purworejo.

Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, mengatakan bahwa meski biasanya musim kemarau dimulai pada April, hingga Mei masih terjadi hujan.

Namun demikian, pihaknya tetap melakukan berbagai upaya antisipasi agar distribusi air bersih tetap aman saat kemarau mencapai puncaknya.

Hal tersebut disampaikan Hermawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).

“Untuk menanggulangi kekurangan air bersih di wilayah tertentu, kami akan kembali mengaktifkan bak penampungan Simbarjoyo yang sempat mangkrak. Bak tersebut nantinya digunakan untuk menyuplai wilayah Purworejo, terutama kawasan niaga, meskipun saat ini sudah diback up oleh sumur,” ujar Hermawan.

Selain itu, PDAM juga akan melakukan penggantian pompa air di Bendung Boro dengan kapasitas yang lebih besar. Langkah tersebut dilakukan agar suplai air mampu menjangkau tiga wilayah cabang sekaligus, yakni Kecamatan Purwodadi, Purworejo, dan Banyuurip.

“Pompa di Bendung Boro akan kami ganti dengan ukuran yang lebih besar agar mampu menyuplai tiga wilayah cabang sekaligus,” katanya.

Menurutnya, wilayah Banyuurip yang sebelumnya mengandalkan sumur kini mengalami penurunan debit air. Karena itu, kebutuhan air bersih di wilayah tersebut akan diback up dari sumber Bendung Boro. Sementara untuk wilayah Golok, suplai akan dialirkan dari Kutoarjo.

“Kutoarjo nantinya dibagi menjadi dua wilayah pelayanan, yakni wilayah barat dan wilayah timur,” jelasnya.

Hermawan juga mengungkapkan bahwa debit sumur Pangen yang berada di kantor PDAM Tirta Perwitasari Purworejo mulai menurun. Untuk menjaga stabilitas distribusi, sumber tersebut juga akan dibantu suplai dari Bendung Boro,” ujarnya.

Sementara itu, sumber air dari Kutoarjo turut diperkuat melalui kerja sama dengan PAM Regional Jembangan, Kabupaten Kebumen. Pasokan tersebut diharapkan mampu membantu wilayah-wilayah yang selama ini rawan mengalami kekeringan, seperti Desa Rowodadi, Bendungan, dan Trimulyo di Kecamatan Grabag.

“Ke depan kami juga berencana melakukan ekspansi jaringan ke wilayah Grabag, Bojong, Rowodadi hingga Harjobinangun. Jadi daerah yang dulu sering kekeringan nantinya bisa tercaver dari berbagai sumber milik PDAM maupun kerja sama dengan PAM Regional Tirta Utama Jawa Tengah,” ungkapnya.

Untuk kondisi darurat seperti gangguan distribusi atau kebocoran jaringan, PDAM Tirta Perwitasari juga telah menyiapkan tiga armada tangki air bersih yang siap diterjunkan sewaktu-waktu ke wilayah terdampak.

Hermawan menambahkan, kebutuhan air bersih di Kabupaten Purworejo saat ini tidak hanya mengandalkan sumber lokal, tetapi juga diperkuat pasokan dari Kabupaten Kebumen melalui PAM Regional Jembangan dan Balingasal.

“Dari Jembangan menyuplai sekitar 50 liter per detik untuk wilayah Kemiri, Pituruh hingga Kutoarjo. Sedangkan dari Balingasal menyuplai kebutuhan air bersih wilayah Grabag dan Butuh,” pungkasnya. (Kun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *