Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel – Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Tangerang Selatan tahun 2025 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Deden Deni.
Kegiatan yang berlangsung di UPTD SMPN 8 Tangsel di Jl. Raya Serpong, Kelurahan Muncul Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan, Rabu (11/06/2025).
Ketua Panitia Acara sekaligus Kasi Peserta Didik Jenjang SMP Muhammad Nur mengatakan, Alur FLS3N jenjang kota ini sebelumnya sudah melalui seleksi di tingkat Kecamatan. Jadi sekolah sudah menseleksi peserta didik yang terbaik disekolah lalu dilombakan di tingkat Kecamatan, dari tingkat Kecamatan diambil yang terbaik hanya juara 2 dan 2.
“Ada sekitar 56 sekolah yang mengikuti ajang kegiatan FLS3N dan ada 8 kategori cabang lomba yang dilombakan pada hari ini diantaranya Lomba Pantomim, Menyanyi Solo, Mendongeng, Ensamble campuran 3 alat musik, Kreativitas Musik Tradisional, Menulis Cerita dan Tari Kreasi dan Ilustrasi. “Ujar Nur.
Nur menambahkan, Ajang ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi kreativitas siswa, tetapi juga memperkuat pengembangan bakat di bidang seni dan sastra.
“Mudah-mudahan peserta didik yang sudah kita seleksi pada hari ini bisa mewakili Kota Tangerang Selatan tembus sampe dengan Tingkat Nasional, tidak hanya membawa nama baik satuan pendidikannya tetapi membawa Kota Tangerang Selatan ke jenjang Nasional. “Tutur Nur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Deden Deni mengatakan, Ini kami buka kegiatan FLS3N tingkat Kota Tangerang Selatan tahun 2025, kegiatan hari ini adalah lanjutan dari tingkat Kecamatan.
“Jadi peserta didik yang ikut lomba hari ini adalah siswa-siswi yang juara ditingkat Kecamatan. Dan juara yang di tingkat Kota Tangerang Selatan akan mewakili ke tingkat Provinsi. Tujuan dari perlombaan ini adalah memberikan ruang kepada siswa-siswi yang mempunyai minat, bakat dan potensi dibidang seni dan sastra. “Ujar Deden.
Ia pun menjelaskan, tentu ini dalam rangka menyeleksi FLS3N jenjang Provinsi dan ini bagian dari mengenalkan siswa terhadap budaya nasional.
“Jadi siswa dituntut harus kenal dengan budaya dan diwajibkan harus melestarikan budaya tersebut. Ini menjadi ajang pembinaan untuk siswa-siswi yang memiliki minat, bakat dan potensi. Mudah-mudahan ajang ini bisa melahirkan potensi yang berkembang untuk siswa-siswi dan memotivasi untuk siswa-siswi yang lainnya serta senantiasa memiliki kreativitas. “Pungkas Deden.
(Yuyun)






