Rakyatmerdekanews.co.id -Jakarta – Sinyal bahaya dari Timur Tengah kian bertambah kencang, melihat kondisi ini Indonesia tak mau kecolongan. Terbukti, Komisi I DPR RI resmi menyatakan dukungan penuh atas langkah Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, yang menetapkan status SIAGA 1 di seluruh pelosok negeri.
Wakil Ketua Komisi I, Dave Laksono, menegaskan bahwa ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bukti nyata bahwa negara hadir dan siap menghadapi skenario terburuk dari dampak perang global.
Ini merupakan bentuk kesigapan nasional. Langkah TNI dianggap sebagai cermin komitmen kuat dalam menjaga stabilitas nasional di tengah “ugal-ugalannya” konflik Israel-AS melawan Iran.
Negara Hadir, kesiapsiagaan ini bertujuan memberikan ketenangan bagi masyarakat. DPR yakin koordinasi solid antar lembaga akan menjaga Indonesia tetap stabil meski dunia sedang membara.
Antisipasi Efek Domino, DPR menyadari bahwa tewasnya pemimpin tertinggi Iran dan serangan ke Teheran bukan masalah sepele—ini bisa berdampak pada keamanan dan ekonomi dalam negeri jika kita tidak waspada!

REMINDER: APA YANG SEDANG TERJADI DI LAPANGAN?
Sejak 1 Maret 2026, TNI telah diperintahkan untuk Patroli All-Out: Menjaga Bandara, Pelabuhan, stasiun, hingga kantor PLN.
Monitor Langit: Kohanudnas melototi radar udara 24 jam nonstop. Rencana Evakuasi: BAIS TNI sudah memetakan kondisi WNI di zona merah untuk dijemput jika situasi makin kacau.
“TNI bertugas secara profesional dan responsif,” tegas Kapuspen TNI, Brigjen Aulia Dwi Nasrullah. Kesiapan operasional yang tinggi adalah harga mati untuk menjaga kedaulatan NKRI. (Red)




