Marhaban Ya Ramadhan 2026, Tuah Aliansi Anak Melayu: Mari Maafkan Masa Lalu, Lapangkan Masa Depan

Rakyatmerdekanews.co.id, Duri Bathin Solapan – Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana religius mulai menyelimuti masyarakat di Kabupaten Bengkalis, khususnya di wilayah Duri dan Bathin Solapan.

Momentum ini kembali membangkitkan tradisi luhur saling memaafkan sebagai syarat utama memasuki gerbang bulan puasa dengan kondisi qolbun salim atau hati yang selamat dan bersih.

Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza yang akrab disapa Kincai, menyampaikan pesan penuh kesejukan bagi seluruh kaum muslimin. Menurutnya, tradisi memohon ampun atas segala khilaf kepada orang tua, pasangan, hingga rekan kerja adalah langkah penting untuk mengangkat beban batin agar ibadah puasa dapat dijalani dengan maksimal.

“Alhamdulillah, kita dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh rahmat ini. Saya mewakili keluarga besar Tuah Aliansi Anak Melayu mendoakan semoga Ramadan 1447 H menjadi versi terbaik dari perjalanan hidup kita semua,” ujar Fredi Noza dalam keterangan resminya di Duri, Selasa (17/02/2026).

Tokoh pemuda yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga menekankan bahwa Ramadan adalah titik balik menuju kebaikan. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan setiap rasa lapar dan dahaga selama berpuasa sebagai sarana penggugur dosa.

“Ramadan kembali menyapa kita. Mari kita lapangkan dada untuk memaafkan masa lalu demi melapangkan masa depan yang lebih baik. Marhaban Ya Ramadhan 2026! Kita berdoa agar seluruh masyarakat diberikan kesehatan fisik, keberkahan umur, serta iman yang kuat dalam menjalankan ibadah,” tambahnya dengan penuh haru.

Pesan ini disampaikan sebagai wujud kepedulian sosial dan spiritual dari Tuah Aliansi Anak Melayu. Fredi berharap seluruh lapisan masyarakat dapat menyambut bulan suci dengan senyuman dan hati yang jernih, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan secara nyata di seluruh penjuru Negeri Junjungan.

“Selamat menyambut bulan suci dengan senyuman. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” tutup Kincai. (FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *