Rakyatmerderkanews.co.id, Jakarta — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan Workshop Dakwah ke-4 yang diselenggarakan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, pada pagi hari ini.
Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sunda Kelapa yang selama ini konsisten berada di garda terdepan dalam mengawal dakwah yang moderat, santun, dan inklusif di DKI Jakarta.
Menurutnya, Masjid Agung Sunda Kelapa merupakan salah satu masjid rujukan yang tidak hanya strategis secara lokasi, tetapi juga unggul dalam program pembinaan umat. Sejak lama, masjid ini telah mengusung nilai toleransi dan pluralitas dalam dakwah, bahkan sebelum program Penguatan Moderasi Beragama digalakkan secara nasional oleh Kementerian Agama.
Dakwah Adaptif di Era Generasi Z
Kakanwil menekankan pentingnya adaptasi metode dakwah di tengah perubahan demografi masyarakat, khususnya dengan dominasi Generasi Z saat ini. Ia mengajak para dai dan penyuluh agama untuk memanfaatkan teknologi informasi serta media digital sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan yang relevan dan membumi.
“Generasi Z memiliki karakter terbuka dan tidak lagi mempertentangkan perbedaan. Dakwah harus hadir dengan pendekatan yang santun, tidak menyalahkan, serta mampu memperkuat spiritualitas sekaligus memberi manfaat sosial,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dakwah yang efektif adalah dakwah yang membawa rahmat bagi semua, memperkuat persatuan, serta menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Ibu Kota.
Optimalisasi Zakat dan Wakaf untuk Peradaban Berkelanjutan
Mengangkat tema pembangunan peradaban melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf, Kakanwil menyoroti pentingnya pengelolaan dana sosial keagamaan secara produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, selain zakat dan infak yang bersifat langsung membantu masyarakat, wakaf memiliki potensi besar sebagai dana abadi (endowment fund) yang manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang.
“Wakaf tidak habis, yang digunakan adalah manfaatnya. Jika dikelola secara profesional dan produktif, wakaf dapat menjadi solusi dalam mengatasi kesenjangan sosial dan kemiskinan,” jelasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan wakaf sebagai gaya hidup baru, termasuk melalui wakaf nominal kecil berbasis digital yang dapat dilakukan secara rutin. Dengan partisipasi luas masyarakat, dana wakaf dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kemandirian umat.
Kolaborasi untuk Kemaslahatan Umat
Kakanwil juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Agama, pengelola masjid, serta lembaga pengelola zakat seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memperkuat pengelolaan dana sosial keagamaan.
Ia optimistis bahwa melalui sinergi yang baik, gerakan wakaf dan zakat di DKI Jakarta dapat memberikan dampak nyata dalam mewujudkan keadilan sosial serta memperkuat peran agama dalam pembangunan.
Mengakhiri sambutannya, Kakanwil secara resmi membuka Workshop Dakwah ke-4 Masjid Agung Sunda Kelapa dan berharap kegiatan tersebut melahirkan gagasan serta strategi dakwah yang lebih inovatif dan transformatif.
“Kita ingin membuktikan bahwa beragama harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, baik secara sosial, ekonomi, maupun spiritual,” pungkasnya. (Dims)



