Rakyatmerdekanews.co.id, Bireun – Suasana malam takbiran Idul Adha 1446 Hijriah di Kabupaten Bireuen berlangsung penuh khidmat dan meriah. Pemerintah Kabupaten Bireuen, melalui Dinas Syariat Islam menyemarakkan malam kemenangan ini dengan menggelar takbiran keliling yang dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST dan Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, M.M.Pj.Sekda Hanafiah, S.P.,CGCAE Ketiganya didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Bagian Forkopim, DPRK Bireuen, para Kepala SKPK, serta diikuti oleh ratusan masyarakat yang tumpah ruah memenuhi jalanan kota.
Pawai takbiran dibagi menjadi dua rute utama. Tim Bupati bergerak ke arah timur Bireuen, sedangkan tim Wakil Bupati menuju wilayah barat. Keduanya memulai perjalanan dari Pendopo Bupati sebagai titik awal dan kembali ke tempat yang sama sebagai garis akhir.
Suara takbir menggema sepanjang jalan, diiringi lantunan bedug dan gema pujian kepada Allah SWT, menciptakan suasana syahdu yang menggetarkan hati. Kegiatan ini berlangsung tertib dan aman, berkat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Resor Bireuen, POM serta Satpol PP/ WH yang bersiaga penuh demi menjamin kelancaran kegiatan umat Islam tersebut.
“Malam takbiran ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk rasa syukur dan pengagungan kita kepada Allah SWT. Semoga gema takbir ini menjadi pengingat akan keikhlasan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta ketakwaan Nabi Ismail AS,” ujar Bupati H. Mukhlis dalam sambutannya.
Wakil Bupati Razuardi juga menyampaikan harapannya agar semangat Idul Adha membawa persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat Bireuen. “Kebersamaan malam ini adalah cermin dari semangat gotong royong dan kekeluargaan yang harus terus kita jaga,” katanya.
Takbir yang menggema malam itu bukan hanya suara, tetapi juga doa yang melangit. Ia membawa harapan dan cinta yang dalam kepada Sang Khalik. Dalam setiap gema “Allahu Akbar”, terselip rindu akan ampunan, pengharapan akan ridha, dan keteguhan hati untuk terus menapaki jalan kebaikan.
Semarak takbiran ini menjadi bukti bahwa Idul Adha bukan hanya tentang berkurban secara fisik, tetapi juga tentang keikhlasan, pengabdian, dan cinta yang mendalam kepada Allah SWT. Momen ini akan terus dikenang sebagai malam yang menggetarkan hati, memperkuat ukhuwah, dan menyatukan langkah masyarakat Bireuen dalam kebersamaan yang indah. (Hendra)






