Tangerang-RMNews: Program pembinaan berbasis seni dan kreativitas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang kembali menunjukkan hasil konkret. Rutira Band, kelompok musik yang dibentuk oleh warga binaan, resmi merilis single ketiga berjudul “Menanti Pulang” sebagai bagian dari upaya mendukung reformasi pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan sosial.
Peluncuran lagu tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam rutan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pengembangan kepribadian dan kemandirian warga binaan. Melalui musik, para warga binaan diberi ruang untuk mengekspresikan emosi, refleksi diri, serta harapan akan masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Menanti Pulang mengangkat tema kerinduan terhadap keluarga, penyesalan atas masa lalu, serta tekad untuk berubah. Lagu ini mencerminkan proses pembinaan mental dan karakter yang tengah dijalani warga binaan sebagai bagian dari transformasi sistem pemasyarakatan menuju pendekatan yang lebih manusiawi.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menegaskan bahwa lahirnya karya musik tersebut merupakan hasil dari komitmen Rutan dalam menjalankan agenda reformasi pemasyarakatan sebagaimana dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Melalui pembinaan seni dan kreativitas, kami ingin membangun kembali kepercayaan diri warga binaan. Lagu Menanti Pulang adalah wujud perubahan positif dan bukti bahwa warga binaan memiliki potensi besar jika diberikan ruang dan pendampingan yang tepat,” ujar Irhamuddin.
Ia menambahkan, pembinaan berbasis kreativitas memiliki peran strategis dalam mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal mental, keterampilan, dan sikap yang lebih baik. Pendekatan ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan modern yang menempatkan manusia sebagai subjek pembinaan, bukan semata objek hukuman.
Program pembinaan seni di Rutan Kelas I Tangerang juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai disiplin, kerja sama, serta tanggung jawab sosial. Proses produksi lagu dilakukan dengan pendampingan petugas, sekaligus menjadi media edukasi dan pembentukan karakter.
Dengan dirilisnya Menanti Pulang, Rutira Band diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan pembinaan pemasyarakatan yang berdampak nyata. Karya tersebut juga diharapkan dapat mengubah stigma negatif terhadap warga binaan serta memperkuat pesan bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. (ips)






