SDN Candingasinan Tampil Menjadi Juara Lomba Tari Cingpoling Wilcambidik Kecamatan Banyuurip Purworejo

Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Sekolah Dasar Negeri Candi Ngasinan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo berhasil tampil sebagai juara di ajang lomba tari tradisional asli Purworejo tersebut diikuti oleh 25 SD se Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Wilcambidik) Kecamatan Banyuurip.

Kegiatan itu digelar di Aula Gedung PGRI Kabupaten Purworejo, Sabtu(17/1/206).

Hal itu disampaikan oleh kepala SDN Candingasinan Sugianto SPd, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin19/1/2026).

Dalam keteranganya Sugianto menyampaikan, bahwa lomba tari tradisional Cingpoling diselenggarakan dalam rangka melestarikan budaya asli Purworejo, sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat kabupaten Purwoeejo.

“Perlu dIgaris bawahi bahwa tari tradisional asli Purworejo yang sudah terkenal terlebih dahulu, yakni dolalak. Namun sebagai jenis tari yang baru tentunya perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya kabupaten Purworejo,” kata Sugianto yang didampingi guru pembimbing Dini NK.

Dia menyebut, keberhasilan menjadi juara pada ajang lomba tersebut tidak didapat dengan mudah. ” Untuk menghadapi lomba itu dibawah arahan dari para pembibing anak- anak berlatih dengan giat, bahkan selama liburanpun latihan tetap jalan. Alhamdulillah berhasil menjadi juara, dan membawa harum nama sekolah,” ungkapnya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa dan bu Wiwid selaku ketua Paguyuban yang telah memberikan dukungan serta sumbangsihnya atas keberhasilan menjadi juara yang diraih siswi- siwi SD Candingasinan,” ujarnya.

Ditambahkan bahwa semangat nguri-uri kebudayaan yang diwujudkan dalam bentuk lomba ini adalah pemicu agar anak-anak dan guru tidak hanya sekadar latihan, tetapi juga memiliki wadah untuk mengekspresikan diri sekaligus berprestasi,” tambahnya.

Ke depannya,kata dia, pelestarian seni tradisional seperti Cingpoling dan Dolalak akan disinergikan dengan konsep “Sekolah Adibudaya”. Program ini dirancang untuk mendidik karakter siswa melalui seni dan budaya di tingkat TK, SD, hingga SMP.

“Harapannya, ketika orang bicara tentang Purworejo, tidak hanya ingat Dolalak, tapi juga Cingpoling. Saat ini grup yang asli tinggal sedikit di Kaligesing dan Pituruh, maka regenerasi melalui sekolah sangat krusial,” pungkasnya. (Kun)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *