Jalan Ambruk di Susut Putus Akses Warga, DPRD Bangli Desak Evaluasi Proyek Infrastruktur

Bangli-RMNews: Ambruknya ruas jalan Penatahan menuju Dusun Juuk Bali, Kecamatan Susut, tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas dan keselamatan masyarakat. Kondisi tersebut memicu sorotan DPRD Bangli yang mendesak evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek pembangunan jalan di wilayah tersebut.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bangli, I Nengah Darsana, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Kamis (15/1), menegaskan bahwa kerusakan jalan tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan dan menghambat mobilitas warga, khususnya saat musim hujan.

Read More

“Ini bukan sekadar jalan rusak. Akses masyarakat terganggu dan sangat berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan. Kalau hujan deras, kondisi seperti ini bisa menimbulkan kecelakaan,” ujar Nengah Darsana kepada awak media.

Ia menjelaskan, jalan yang dibangun di atas alur sungai mati tersebut tidak dilengkapi sistem drainase atau gorong-gorong yang memadai. Akibatnya, saat terjadi hujan, aliran air langsung menggerus badan jalan hingga menyebabkan ambruk.

Menurut Darsana, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya perencanaan teknis yang berdampak langsung pada pelayanan publik. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur penting bagi warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses layanan dasar lainnya.

“Kalau infrastruktur dasar seperti jalan tidak aman, masyarakat yang paling dirugikan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegasnya.

Komisi III DPRD Bangli, lanjut Darsana, akan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangli untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong evaluasi total terhadap perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur, khususnya di wilayah rawan bencana.

Ia menambahkan, Bangli memiliki karakter geografis yang rentan terhadap bencana alam. Karena itu, setiap pembangunan harus berbasis kajian teknis yang matang agar tidak menimbulkan kerusakan berulang yang justru membebani masyarakat dan keuangan daerah.

“Lebih baik anggaran ditambah di awal untuk kualitas dan keselamatan, daripada masyarakat terus-menerus menjadi korban akibat infrastruktur yang cepat rusak,” pungkasnya.

Kasus ambruknya jalan di Susut ini kembali membuka diskusi publik soal kualitas pembangunan infrastruktur daerah dan urgensi menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan. (can/skr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *