Niat Kelabuhi Petugas dengan Jam Tangan, Penyelundupan Sabu di Lapas Bengkalis Berakhir Gagal

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang diduga jenis sabu pada Rabu (31/12/2025). Barang haram tersebut ditemukan tersembunyi di dalam komponen jam tangan yang dibawa oleh seorang pengunjung.

Peristiwa ini bermula saat seorang pengunjung wanita berinisial S datang untuk menjenguk warga binaan berinisial MR, yang merupakan narapidana kasus perlindungan anak. Meski sempat melewati pemeriksaan awal, kecurigaan petugas muncul saat memantau barang bawaan yang telah diserahkan S kepada MR di ruang kunjungan.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan ulang secara mendalam terhadap barang-barang tersebut. Perhatian petugas tertuju pada dua buah jam tangan yang dibawa. Setelah diperiksa secara teliti, petugas menemukan keganjilan pada bagian bawah (casing) jam tangan yang tampak tidak presisi lagi.

“Setelah dibongkar, petugas menemukan bungkusan kecil berisi serbuk kristal yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu di dalam jam tangan tersebut,” ujar Kalapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono.

Berdasarkan hasil interogasi awal, MR mengaku bahwa barang tersebut sebenarnya ditujukan untuk warga binaan lain berinisial DA, seorang narapidana kasus narkotika. Modus ini sengaja dilakukan untuk mengelabui petugas, mengingat DA saat ini tidak diperbolehkan menerima kunjungan. Para pelaku memanfaatkan jadwal layanan kunjungan khusus pidana umum yang jatuh pada hari Rabu dan Kamis untuk memasukkan barang terlarang melalui MR.

“Pengunjung mencoba mengelabui petugas dengan menyerahkan barang bawaan milik DA kepada MR di hari layanan kunjungan pidana umum agar tidak memicu kecurigaan petugas,” jelas Priyo.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak Lapas Bengkalis langsung berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polres Bengkalis. Saat ini, warga binaan berinisial MR dan DA telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan kasus.

Priyo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikitpun bagi peredaran gelap narkotika di dalam Lapas. Ia memastikan komitmen jajarannya untuk terus memperketat pengawasan demi menjaga integritas institusi.

“Kami tetap berkomitmen dan selalu berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam memberantas peredaran narkoba maupun telepon seluler. Ini demi memastikan Lapas Bengkalis benar-benar bersih dari barang terlarang,” tegas Priyo menutup keterangannya.(FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *