Pasca Penyerangan di Desa Pamesi, Polisi Buru Dalang Mobilisasi Massa ke Area PT SIS

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Suasana tenang di Desa Pamesi, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, mendadak berubah mencekam pada Senin (22/12/2025). Bentrokan fisik pecah setelah sekelompok massa yang mengatasnamakan PT.Palma Agung Betuah diduga melakukan penyerangan secara terbuka terhadap pekerja lapangan PT.Sinar Inti Sawit (SIS).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB tersebut mengakibatkan sedikitnya dua orang dari kedua belah pihak mengalami luka-luka, serta dilaporkan adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas perusahaan.

Bibit ketegangan di wilayah Desa Pamesi sebenarnya mulai terdeteksi sejak pukul 09.30 WIB. Berdasarkan pantauan di lapangan, serangkaian kendaraan yang terdiri dari mobil pribadi dan sedikitnya dua unit bus berukuran sedang terpantau memasuki area pemukiman warga.

Kehadiran kelompok massa yang diduga berasal dari luar daerah Duri ini memicu kecurigaan besar di kalangan masyarakat setempat Desa Pamesi. Menurut salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, kelompok tersebut secara terang-terangan menyatakan tujuan kedatangan mereka.

“Mereka mengaku masuk ke wilayah ini secara khusus untuk melakukan penyerangan terhadap warga yang bekerja di PT SIS,” ungkap sumber tersebut.

Ancaman tersebut menjadi kenyataan dua jam kemudian. Kelompok massa tersebut merangsek masuk ke area kerja dan langsung menyerang para pekerja PT SIS yang tengah beraktivitas di lapangan. Bentrokan fisik pun tak terelakkan.

Bentrokan hari ini merupakan eskalasi dari konflik yang telah memanas sejak Jumat (12/12/2025). Kala itu, puluhan orang dari pihak PT Palma mendatangi area kerja PT SIS dengan dalih ingin melakukan mediasi.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh para pekerja lapangan, termasuk ibu-ibu warga setempat yang menggantungkan hidup pada operasional perusahaan tersebut. Mereka menilai bahwa mediasi lapangan bukan merupakan forum yang tepat untuk pengambilan keputusan manajerial dan menuntut agar proses hukum dihormati.

“Kalau Bapak mau mediasi, langsung ke kantor pusat saja. Tidak ada keputusan di sini. Kami di sini hanya bekerja untuk menghidupi keluarga. Ikuti saja hukum yang berlaku, kita sama-sama pekerja,” tegas salah seorang pekerja sebagaimana terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.

Meski sempat mendingin setelah kunjungan pertama, kelompok massa tersebut dikabarkan sempat melontarkan ancaman akan kembali dengan kekuatan lebih besar, yang kemudian terealisasi dalam aksi anarkis pada Senin siang ini.

Meluasnya kekerasan berhasil diredam berkat kesiapsiagaan personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang telah berjaga di lokasi sejak awal. Kehadiran personel terdepan ini menjadi kunci dalam menahan laju massa sebelum bala bantuan dari personel gabungan Polres Bengkalis dan TNI tiba untuk melakukan pengamanan total.

Hingga Senin sore, Aparat Penegak Hukum (APH) masih memberlakukan barikade ketat dan melakukan penjagaan berlapis di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya serangan susulan.

Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap dalang utama di balik mobilisasi massa lintas wilayah tersebut. Pihak berwenang berkomitmen akan menindak tegas segala bentuk aksi anarkis dan penyerangan terbuka yang mengganggu ketertiban umum di wilayah hukum Kabupaten Bengkalis. (FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *