Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UP3 Magelang bersama PLN Icon Plus kembali menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan Pelatihan Konversi Motor Bahan Bakar Menjadi Motor Listrik di SMK Sawunggalih Kutoarjo, Rabu (3/12/2025). Pelatihan ini diikuti oleh guru dan siswa dari SMK YPE Sawunggalih dan SMK Muhamadiyah Purworejo dengan pendampingan teknis langsung dari instruktur PT Braja Elektrik Motor yang telah berpengalaman dalam pengembangan teknologi elektrifikasi transportasi di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Manager PLN UP3 Magelang Artika Hadi Wibawa didampingi Manager PLN Icon Plus dan Kepala SMK YPE Sawunggalih Tri Yulianto kepada awak media di sela- sela kegiatan tersebut.
Artika menyebut, bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN Group dalam mendukung percepatan transisi energi bersih . Melalui program TJSL bidang pemberdayaan ekonomi & lingkungan. PLN terus berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang inklusif serta memperluas pemanfaatan energi bersih di tingkat daerah. Program konversi motor listrik juga selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan , terutama pendidikan berkualitas, energi bersih yang terjangkau, pertumbuhan ekonomi, dan aksi penanganan perubahan iklim,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sekolah vokasi dalam menghadapi perkembangan teknologi industri.
“Program ini bukan sekadar penyerahan unit konversi, tetapi sebagai bentuk investasi untuk pendidikan vokasi. Kami ingin siswa memperoleh pengalaman nyata, guru meningkatkan kompetensinya, dan sekolah dapat mengembangkan fasilitas praktik yang mendukung inovasi. Inilah bagian dari komitmen PLN untuk mendukung transisi energi bersih dan mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo Tri Yulianto yang menilai pelatihan ini memberi dampak besar bagi peningkatan mutu pendidikan kejuruan. Ia berharap kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan mendorong lahirnya berbagai inovasi siswa di bidang otomotif ramah lingkungan. “Kami berterima kasih kepada PLN dan PLN Icon Plus atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa kami. Semoga kerja sama ini berlanjut dan membuka peluang baru bagi sekolah untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, pentingnya peran SMK dalam mempersiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan teknologi masa depan. Ia mengapresiasi langkah PLN Icon Plus yang telah berkontribusi dalam peningkatan kompetensi vokasi.
“Kami sangat menghargai dukungan PLN dan PLN Icon Plus dalam memperkuat pendidikan vokasi, khususnya pada bidang energi baru dan terbarukan. Teknologi kendaraan listrik merupakan masa depan industri, dan SMK harus siap menyongsongnya,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini kata Tri Yulianto, peserta mendapatkan pemahaman mulai dari sistem dasar motor listrik, instalasi baterai dan controller, hingga praktik langsung proses konversi motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik berbasis standar keselamatan industri. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai peluang ekonomi baru yang muncul dari ekosistem otomotif hijau, seperti layanan servis konversi, pemeliharaan sistem EV. “Di sekolah kami untuk pelajaran TKJ kegiatan ini sudah berjalan selama tiga tahun,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga merupakan program jangka panjang dari PLN Icon Plus dalam mendukung kemandirian sekolah vokasi terhadap teknologi kendaraan listrik. Selain penguatan kompetensi, program ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya bengkel konversi di sekolah, peningkatan literasi energi bersih, pengurangan emisi, serta tumbuhnya ekosistem inovasi di tingkat lokal. (Kun)






