Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Situasi di sekitar PT. SIS, Desa Pamesi, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, memanas menyusul aksi sekelompok orang yang berusaha menerobos masuk area perkebunan sawit pada Sabtu (29/11/2025). Kelompok yang mengklaim lahan perusahaan telah disita negara ini gagal memanen sawit setelah dihadang oleh karyawan dan masyarakat setempat. Frustasi, mereka kemudian memblokade akses Jalan Pemda, melumpuhkan operasional perusahaan dan mengganggu aktivitas warga.
Peristiwa bermula saat sekelompok orang mendatangi area perkebunan PT. SIS dengan dalih klaim sepihak. Mereka berupaya melakukan panen buah sawit di dalam kawasan usaha perusahaan. Namun, aksi ini langsung direspons oleh karyawan PT. SIS yang didukung oleh masyarakat sekitar.
“Kami hanya meminta satu, jangan ambil hak kami bekerja,” ujar salah seorang karyawan yang didampingi masyarakat lain, seraya menegaskan bahwa mereka hanya ingin melindungi sumber nafkah keluarga.
Gagal menembus pertahanan karyawan dan masyarakat, kelompok tersebut melancarkan aksi lain dengan menutup Jalan Pemda. Penutupan akses jalan ini membuat kendaraan perusahaan tidak dapat keluar masuk, mengakibatkan aktivitas perkebunan lumpuh.
Menurut seorang warga yang namanya tidak ingin disebutkan, penutupan jalan umum tersebut merupakan tindakan melawan hukum. “Itu jalan umum. Untuk apa mereka palang? Mobil perusahaan tidak bisa keluar. Warga masyarakat pun tidak dapat beraktivitas kesehariannya. Ini sangat merugikan kami yang cari makan,” keluhnya.
Atas situasi yang terus memanas dan membahayakan, baik karyawan maupun warga memohon agar aparat penegak hukum segera bertindak. Mereka merasa keselamatan para pekerja dan warga yang melintas di jalan umum terancam.
“Tolong kami Bapak Kapolsek Mandau dan Bapak Kapolres Bengkalis, kemerdekaan kami direnggut oleh mereka. Kami takut melintas jalan yang diblokade mereka,” kata seorang warga dengan nada memohon.
Warga dan pekerja juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara-cara yang dilakukan oleh kelompok tersebut, yang dianggap mengabaikan kepentingan umum. “Kami butuh perlindungan, kami muak dengan cara-cara sekelompok orang yang mementingkan urusannya pribadi dan mengabaikan kepentingan umum,” tambahnya.
Warga masyarakat dan Para pekerja mendesak Polsek Mandau untuk segera menegakkan aturan dan menghentikan aksi sepihak yang mengganggu keamanan serta operasional perusahaan. Mereka menilai, penutupan jalan umum tidak bisa dibiarkan begitu saja.
“Mohon Kapolsek segera bertindak. Tolong kami, pelanggaran terang-terangan di depan mata dilakukan sekelompok orang. Tolong tindak dan usut siapa otak di balik semua ini,” pinta salah satu pekerja.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan situasi tersebut. Aktifitas Warga masyarakat dan Operasional perusahaan masih terhambat akibat pemblokiran jalan.(FN)






