Dukung Polisi, Tuah Aliansi Anak Melayu Minta Kericuhan PT SiS Diusut Tuntas

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis, Duri – Kericuhan terjadi di area PT. SiS, tepatnya di wilayah Desa Bumbung, Kabupaten Bengkalis, pada Jumat (29/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa ini mengungkap dinamika kompleks dalam konflik sosial antara perusahaan dan komunitas setempat, di mana klaim kesejahteraan dari satu pihak berbenturan dengan realitas di lapangan yang dirasakan oleh pihak lain.

Insiden tersebut memunculkan dua perspektif yang kontras. Di satu sisi, Ketua Umum TUAH ALAM, Fredi Noza, menyatakan bahwa PT. SiS adalah perusahaan yang baik dan mensejahterakan masyarakat sekitar. Namun, pernyataannya ini berbanding terbalik dengan pengakuan sekelompok orang yang datang ke lokasi dan menjadi korban dalam konflik tersebut.

Seorang ibu dari masyarakat yang enggan disebutkan namanya memberikan kesaksian kepada awak media. “Kami ini cuma ibu-ibu. Kami sudah sangat diperhatikan PT. SIS, hak kami selaku masyarakat sudah terpenuhi oleh PT. SIS,” ujarnya.

Ia menyayangkan adanya sekelompok orang yang datang mengatasnamakan kepentingan tertentu dan membuat onar. “Kenapa justru kami yang kena imbasnya?” keluhnya. Pengakuan ini menyingkap sisi lain dari konflik, di mana pihak yang paling rentan justru yang paling menderita akibat ulah provokator.

Pernyataan Fredi Noza yang menyalahkan kedatangan “sekelompok orang” sebagai pemicu kericuhan juga menarik untuk dianalisis lebih dalam. Narasi ini berpotensi menggeser fokus dari akar masalah internal antara perusahaan dan masyarakat ke faktor eksternal. Hal ini dapat memecah belah masyarakat dengan menyalahkan pihak-pihak tertentu, alih-alih menyelesaikan persoalan mendasar yang menjadi pemicu ketidakpuasan.

Ketua Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza menegaskan bahwa konflik ini menyoroti perlunya pendekatan yang lebih holistik dan transparan dari semua pihak. Ia menambahkan bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari angka, melainkan juga dari rasa keadilan dan partisipasi masyarakat. Ia juga menyampaikan dukungannya kepada pihak kepolisian, baik Polsek Mandau maupun Polres Bengkalis, untuk mengusut tuntas insiden ini.

“Jangan mengatasnamakan ini dan itu demi memperebutkan lahan, nyawa jadi pertaruhan, demi kepentingan tertentu. Konflik ini harus diselesaikan tanpa melibatkan massa,” ujar Fredi. Ia berharap agar provokator di balik layar konflik dapat terungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.(FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *