Rakyatmerdekanews co.id. Sambas. Kalbar.- Dalam kunjungan Panitia kerja (Panja) Komisi II DPR RI, Wamendagri, Sekretaris BNPP RI ke Kabupaten Sambas, tentang pengelolaan Perbatasan wilayah negara, yang disambut langsung oleh Bupati dan Ketua DPRD Sambas, H.Satono.S.Sos.I.MH. dan H.Abu Bakar.S.Pdi. bersama Forkopimda lain; Pengadilan Negeri, Kejari, Polres Sambas, serta didampingi Sekda Sambas, pimpinandan anggota DPRD Sambas, kepala OPD. Penyambutan serta acara Pertemuan diadakan di Aula kantor Bupati Sambas, yang dihadiri perwakilan Pemda Provinsi, Kakanwil ART/BPN Kalimantan Barat, pengurus KSU dan KSP, sertapara undangan lainnya. 26/11/2025.
Acara dibuka dengan penyampaian profil Kabupaten Sambas seca serimonial melalui penayangan dilayar tentang potensi-potensi yang ada, terutama mengenai disektor pertanian dan laut, PLBN Aruk-Sajingan dan Temajuk-Paloh, serta progres pencapaian Pemerintah Kabupaten Sambas hingga tahun 2025.
Dalam sambutannya Bupati Sambas H.Satono.S.Sos.I.MH. menyampaikan, “pertama-tama patut kita syukuri kepad Allah Subhana wa ta’ala, diwaktu yang petang ini, kita Kabupaten Sambas mendapatkan Lailatul qadar; dapat berkah. Saya dapat laporan dari Sekda saya, sepanjang sejarah Kabupaten Sambas; rasanya pak ketua, Kabupaten Sambas ini belum pernah didatangi oleh Tim, ketua komisi yang lengkap dengan anggotanya. Terima kasih banyak kami do’akan; pak ketua komisi beserta anggota, pak Wamen, sekretaris BNPP Beserta lainnya; semoga diberi kesehatan, kekuatan, semangat tentunya; bersama-sama sehingga dapat mendorong percepatan pencapaian pembangunan wilayah perbatasan. Bapak ketua komisi dan rombongan sekalian; Sambas ini adalah daerah perbatasan yang letaknya paling Utara di Kalimantan Barat, tentunya populasi penduduk terpadat ke-2 setelah kota Pontianak; alhamdulillahi dari populasi sebanyak 664 ribu jiwa tersebar di 19 kecamatan, 195 desa, dengan sinergis yang baik bersama TNI/Polri, masyarakat bersatu padu; alhamdulillahi Sambas dalam situasi kondusif, aman, damai dan tentram; terima kasih untuk semuanya”. Tuturnya.
H.Satono.S.Sos.I.MH. juga menambahkan, “kita patut berbangga dan berterima kasih banyak kepada pak ketua Komisi, berkat beliaulah kita dapat berkomunikasi, melalui wasilah beliaulah kita dapat bersilahturahmi dan berkomunikasi secara langsung; beliau sungguh luar biasa meresfon, apa yang kami sampaikan, tentang bagaimana kondisi masyarakat diperbatasan, kondisi rakyat Sambas yang notabennya berbatasan langsung dengan masyarakat Malaysia; Kalbar ini ada 5 Kabupaten, yang pertama adalah Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sintang, Sanggau dan Kapuas Hulu. Dari 5 Kabupaten inilah jadi prioritas Kabupaten dari 12 Kabupaten di Kalbar yang berbatasan langsung dengan negeri Jiran; tentu hal ini, bagaimana kita menghadapi kedepan ada perbedaan antara kita dengan negeri Jiran; karna itu, kunjungan pak ketua Komisi, pak Wamen, sangat kami harapkan; dan alhamdulillahi terbukti hari ini; sehingga ada 2 poin penting yang akan saya sampaikan, yaitu: pertama; Sambas ini adalah daerah potensial dibidang Pangan, di Kalbar ini, Sambas adalah kabupaten penyuplay Panga. pada tahun 2024 kita Sambas surflus sebanyak 1400,10 ribu ton beras, ini memang hampir 70% rakyat kami bergerak disektor pertanian; sementara yang bergerak dibidang nelayan, yang pesisir pantainya sepanjang Temajuk hingga Selakau; tentunya sangat berpotensi bagi rakyat nelayan yang dapat mendongkrak perekonomian melalui profesinya masing-masing. Disamping itu pula, Sambas itu ada perkebunan kelapa sawit, kelapa, dan lainnya. Hal ini merupakan potensi-potensi yang dapat meningkatkan perekonomian kami; harapan kami Pemerintah Pusat dapat intervensi terhadap kami diperbatasan seperti diperlakukan khusus. Pak ketua, pak Wamen; jika kita kembali pada Pancasila sila ke-5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; tentu juga terhadap daerah perbatasan; kalau di Papua ada khusus, kalau di Aceh ada istimewa, kalau di Jogja ada istimewa, bagaimana kami ini masyarakat perbatasan, hendaknya ada juga klausul instrumen seperti itu untuk didorong, kalau tanpa intervensi dari pusat, kami tidak ada apa-apanya. Yang kedua; ini ada hadir 2 tim, ini juga hampir 20 tahun; yaitu tim pemekaran Sambas Utara (KSU) dan Pemekaran Sambas Pesisir (KSP), Sambas ini dulunya ibu kotanya Singkawang, mekar Bengkayang, mekar lagi Singkawang; hari ini populasin Sambas, Singkawang dan Bengkayang populasinya mencapai 1,2 juta jiwa; mungkin barang kali dari jumlah populasi, potensi wisata yang indah, potensi pangan, kemudian komunitas etnisnya ada Melayu, dayak, Jawa, ada cines, dan segala macam, ini modal utama bagaiman harapan warga perbatasan; harapan kami kedepan bisa menjadi Provinsi Sambas Raya”. Jelasnya.
Dalam acara tersebut, ketua komisi II beserta anggatanya, Wamendagri, dan Sekretaris BNPP RI sangat responsif dalam pembicaraanya serta interaktif dengan beberapa penyampai sumber berkenaan hal perbatasan, baik dibidang kesehatan oleh kadiskes, Pendidikan oleh Kadisdikdaya, status wilayah hutan kawasan oleh Kakanwil ART/BPN Kalbar, Sosial oleh Asisten I Bupati Bengkayang, Masalah pemekaran Oleh Misni.
Selesai acara dilakukan pemberian cinderamata dan melakukan poto bersama, kemudian Bupati, Ketua DPRD Sambas bersama Wamendagri, komisi II dan rombongan, pmpinan dan ketua komisi DPRD Sambas, forkopimda, serta yang lainnya bersama-sama melanjutkan istirahat di kampung rawit. (Doel)






