Fakta Baru Insiden Rig Maut PHR Duri Terungkap

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis, Duri – Terkait insiden kecelakaan kerja yang menewaskan satu pekerja dan melukai dua lainnya di rig AU 17, HO-Duri, Pertamina Hulu Rokan (PHR) angkat bicara. Pihak PHR melalui General Manager (GM) Rokan Andre Wijanarko membeberkan kronologi kejadian yang terjadi pada Senin (24/11).

Kronologi Kejadian, Menurut keterangan General Manager Rokan Andre Wijanarko yang disebarkan melalui grup WhatsApp, insiden ini terjadi di lokasi 4P-84B, Rig AU-17, setelah pekerjaan Drilling Out Cement (DOC) selesai. Saat itu, para pekerja sedang bersiap untuk melanjutkan pekerjaan selanjutnya, yaitu melakukan Running Down (R/D) power swivel dan mencabut rangkaian 4-1/8 inci Rock Bit.

“Pada saat joint pertama string 3-1/2 inci drillpipe diangkat, tiang rig (mast rig) tiba-tiba mengalami bengkok dan roboh ke arah catwalk,” jelas Andre Wijanarko dalam laporannya. Akibatnya, derrickman berinisial A (43), yang berada di monkey board, ikut terbawa saat menara roboh dan tertimpa oleh counterweight mobile crane yang sedang terparkir.

Pasca insiden, Andre Wijanarko menyampaikan bahwa tim di lapangan segera melakukan beberapa langkah penanganan, di antaranya:

-Melaporkan kejadian kepada Asisten Manajer WOWI HO Operasi 1.

-Melakukan evakuasi korban ke fasilitas medis PHR di Duri menggunakan ambulans.

-Mengamankan lokasi dan sumur pengeboran.

-Melakukan koordinasi dengan tim Medis, HSSE (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan), serta tim Keamanan.

Kejadian ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja yang pernah terjadi di area PHR, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang standar keselamatan kerja di lokasi operasi migas tersebut. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *