Warga Pematang Berangan Rambah Viral, Nenek Janda Berusia 58 Tahun Luput dari Data BLT dan PKH

Rakyatmerdekanews.co.id, Rokan Hulu, Riau – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi seorang nenek janda berusia 58 tahun di Desa Pematang Berangan, Rambah, Rokan Hulu, viral di media sosial Facebook. Video yang diunggah oleh akun bernama Arni Dedi tersebut menyoroti keprihatinan atas nasib Nenek Jeliyah yang dianggap layak menerima bantuan sosial, tetapi belum terdata oleh pemerintah setempat.

Dalam video tersebut, Nenek Jeliyah diperlihatkan dalam kondisi terbaring sakit di rumah huniannya yang sederhana. Arni Dedi, pengunggah video, menyoroti bahwa Nenek Jeliyah adalah seorang janda, renta, tidak memiliki anak, dan menderita penyakit tanpa penghasilan tetap. Sehari-hari, ia hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangga sekitar.

Arni Dedi mengungkapkan bahwa ia telah berjuang untuk Nenek Jeliyah agar bisa mendapatkan bantuan sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Upaya telah dilakukan dengan memberitahu kepala desa dan dinas sosial. Namun, menurut Arni, pihak terkait hanya meminta data tanpa melakukan survei langsung ke lapangan. “Jadi kemana perangkat desa kami, kalau hanya berbicara data saja? Sementara nenek tersebut tidak didata sebagai penerima bantuan,” ujar Arni dalam video tersebut.

Video ini dengan cepat menarik perhatian warganet dan menjadi viral, memicu simpati dan berbagai komentar yang mendesak pemerintah setempat untuk segera bertindak. Arni Dedi berharap dengan viralnya video ini, Nenek Jeliyah bisa segera terdata dan mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan, baik dari pemerintah desa maupun Dinas Sosial.

Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi publik, mempertanyakan efektivitas pendataan warga miskin oleh pemerintah setempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Desa Pematang Berangan atau Dinas Sosial terkait kasus Nenek Jeliyah.(FN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *