Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel – Guna menyambut tahun ajaran baru 2025/2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan melakukan sosialisasi SPMB dengan mengundang sejumlah komponen terkait diantaranya Kepala UPTD SD Negeri dan Swasta Se-Kecamatan Pondok Aren atau yang mewakili, Kecamatan, Kelurahan tokoh masyarakat serta dinas terkait, acara digelar di aula Kecamatan Pondok Aren, Rabu (28/05/2025).
“Kita sosialisasikan aturan baruMB ini agar masyarakat mengetahui aturan baru ini, dan tidak ada jalur lurah, jalur camat maupun jalur dewan. “Ujar Kasi Peserta Didik SMP M. Nur dalam sambutannya.
Menurut Nur, sosialisasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan SPMB baru kepada pihak-pihak terkait agar bisa disampaikan kepada masyarakat lainnya. Salah satu point dari aturan baru ini adalah tentang domisili, dimana hal ini untuk mengantisipasi adanya KK titipan.
“Sekarang ini Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 sudah berbeda yang mana dapodik dikunci sejak awal, misalnya sekolah mengajukan 10 rombel ya sudah 10 rombel tidak bisa nambahin lagi. Dan untun satu kelasnya sebanyak 42 murid. “Tutur Nur.
Ia pun menegaskan, jangan paksakan anak untuk bersekolah di negeri, karena swasta dan negeri sama kualitasnya.
“Saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiapkan anggaran untuk siswa yang tidak bisa diterima di sekolah negeri sebesar Rp. 1.800.000 per anaknya, jadi tidak usah khawatir ya Bu, Pak. “Titip Nur.
(Yuyun)






