JAKARTA, RakyatMerekaNews.co.id — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap ancaman bencana, Taruna Siaga Bencana (Tagana) menggelar kegiatan “Tagana Masuk Sekolah” di SMPN 124 Jakarta, Jalan Kemang 1/5, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/10).
Kegiatan edukatif ini menghadirkan para relawan Tagana DKI Jakarta, termasuk Ketua FK Tagana Jakarta Selatan, Fhatul Bahri, serta anggota Tagana Sulistyono yang memberikan paparan langsung kepada para siswa. Mereka menyampaikan materi tentang berbagai jenis bencana, langkah penyelamatan diri, pentingnya gotong royong, dan semangat kerelawanan di tengah masyarakat saat bencana terjadi.
“Anak-anak harus tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang. Mereka juga harus mampu menjadi agen penyebar informasi kebencanaan bagi keluarga dan lingkungannya,” ujar Sulistyono saat memberikan edukasi di hadapan ratusan siswa.
Kepala Sekolah SMP Negeri 124 Jakarta, Akhmad Sobirin, menyambut positif kegiatan ini. “Program Tagana Masuk Sekolah sangat luar biasa. Wilayah kami memang rawan banjir, sehingga penting bagi siswa untuk memahami panduan penyelamatan diri. Kami berharap kegiatan ini dapat dijadikan agenda rutin setiap tahun,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan meliputi diskusi, simulasi tanggap darurat, dan praktik lapangan. Siswa-siswa dilatih cara menggunakan tandu, mengenakan helm keselamatan, hingga melakukan evakuasi korban secara aman. Selain itu, mereka juga belajar memetakan risiko bencana di lingkungan sekolah dan membuat rencana evakuasi mandiri.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Dody Cahyadi selaku selaku wakil pengurus Forum Kordinator Tagana DKI Jakarta, Fhatul Bahri Ketua FK Jakarta Selatan, dan tim Tagana lainnya.
Sebagai penutup acara, Ketua Tagana DKI Jakarta, Johny, secara simbolis menyerahkan perlengkapan kebencanaan kepada Kepala Sekolah SMPN 124 Jakarta. Penyerahan tersebut disambut dengan antusias oleh para siswa dan diakhiri dengan sesi foto bersama antara tim Tagana, guru, dan siswa.
Melalui kegiatan ini, Tagana berharap dapat menanamkan nilai kesiapsiagaan sejak dini, sekaligus membentuk karakter pelajar yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan sekitar. (Titien)





