100 Hari Kerja Pemimpin Baru Pidie Jaya: Menyapa Rakyat, Membangun dengan Hati

Rakyatmerdekanews.co.id, Pidie Jaya – Seratus hari bukan waktu yang panjang, namun cukup untuk menunjukkan arah dan niat. Inilah yang ditunjukkan oleh Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi dan Wakil Bupati Hasan Basri, yang dalam 100 hari pertama kepemimpinan mereka telah melangkah cepat menyentuh denyut kebutuhan rakyat — dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan empati sosial.

Dengan semangat kerja nyata dan pengabdian tulus, keduanya menjalankan berbagai program prioritas yang dirancang untuk menghadirkan negara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bukan sekadar janji, melainkan aksi yang langsung dirasakan oleh warga.

Berikut beberapa agenda utama yang telah direalisasikan selama program 100 hari kerja:

• Pembersihan semak belukar pada saluran irigasi Gampong Blang Kuta, Kecamatan Bandar Dua (28 Mei 2025).

• Penanganan longsor dan penimbunan bahu jalan di Gampong Kayee Jato Cubo, Kecamatan Bandar Dua (26 Mei 2025).

• Pembersihan saluran irigasi dan sungai di Gampong Seunong, Kecamatan Bandar Dua (29 Mei 2025).

• Perbaikan saluran irigasi di Gampong Jurong Ara, Kecamatan Jangka Buya (27 Mei 2025).

• Perbaikan jalan utama di pusat ibu kota Meureudu (28 April 2025).

Tak hanya memperbaiki fisik daerah, Pemkab Pidie Jaya juga membangun semangat kolektif melalui Gerakan Jum’at Bersih di kawasan Pantai Islami Trienggadeng, yang melibatkan unsur Dispora, Pramuka, TNI, Polri, serta masyarakat. Kegiatan serupa digelar di Lapangan Kota Meureudu, dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Pidie Jaya, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk menumbuhkan kebersamaan dan cinta lingkungan.

Di sektor ekonomi, pemerintah tak tinggal diam. Bupati dan Wakil Bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional guna mengontrol harga dan memastikan stok bahan pokok tetap tersedia, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

“Kami tidak akan membiarkan rakyat dipermainkan oleh spekulan. Ketegasan kami adalah bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil,” tegas Bupati Sibral Malasyi saat meninjau salah satu pasar rakyat.

Sisi kemanusiaan juga menjadi perhatian. Dalam bingkai kepedulian sosial, pemerintah turun langsung ke rumah-rumah warga. Mulai dari menjenguk warga yang menderita bocor jantung, hingga menjemput pasien ODGJ dari Gampong Rungkom untuk mendapatkan perawatan layak di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Tak sekadar datang, tetapi juga membawa bantuan darurat dan membuka ruang dialog untuk mendengar suara warga yang kerap tak terdengar.

“Program 100 hari ini bukan sekadar simbolis, melainkan titik awal dari perubahan yang menyentuh. Kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir dengan hati, bukan hanya kekuasaan,” ujar Wakil Bupati Hasan Basri, ST., MM.

Melalui pendekatan yang humanis dan kerja lapangan yang konsisten, duet Sibral–Hasan ingin menanamkan nilai bahwa kepemimpinan sejati dibuktikan dengan aksi nyata, bukan sekadar narasi politik.

Mereka membangun kepercayaan bukan melalui janji, tetapi melalui kehadiran yang nyata dan solusi yang menyentuh.

“Kami percaya, keberkahan dalam pemerintahan datang dari ketulusan pengabdian. Semoga ikhtiar awal ini menjadi batu loncatan menuju Pidie Jaya yang lebih adil, bersih, dan sejahtera,” tutup Bupati Sibral Malasyi dengan nada optimis. (Hendra)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *